Mojokerto (beritajatim.com) – Pasangan suami-istri (pasutri) asal Kota Mojokerto dikabarkan hanyut terbawa arus sungai saat berendam di Sungai Banyak Dusun Watutumang RW 1 RT 1, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung.
Korban diketahui atas nama Ari Budi Yuwono (53) dan Ririn Martiningsih (53) warga Panderman Raya RT 01 RW 07, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Korban Budi memakai kaos putih dan celana pendek hitam, sementara korban Ririn memakai atasan ungu dan bawah leging hitam.
Adik korban, Sutrisno Adi (50) mengatakan, kedua korban berendam di Sungai Banyak bersama empat keponakanya. “Iya suami-istri. Ngajak empat keponakannya, masih kecil-kecil berendam di sungai. Air tidak seberapa deras tapi kondisi hujan deres,” ungkapnya, Sabtu (10/2/2024).
Masih kata Sutisno, kedua korban bersama empat keponakannya main air di sungai depan villa miliknya sekira pukul 12.30 WIB. Namun sekitar 10 menit kemudian hujan turun dengan deras sehingga kedua korban meminta keempat keponakannya untuk keluar dari sungai.
“Air sepinggang orang dewasa, semua anak-anak di depan posisi naik dari sungai. Di belakang kakak saya (Ririn) dan belakangnya lagi kakak ipar saya. Namun tiba-tiba air datang dengan derasnya dari arah selatan. Kakak saya sempat pegangan batu menarik tangan kakak ipar saya,” katanya.
Namun diduga karena debit air yang tinggi, kedua korban hanyut terbawa arus sungai. Empat keponakan korban langsung ke villa memberitahu keluarga dan diteruskam ke pihak Polsek Pacet. Tak lama petugas datang bersama sejumlah relawan melakukan pencarian.
“Rumah ini ditempati adik, seminggu sekali kakak saya ke sini untuk refresing. Biasanya main air di sungai yang kecil ini, nggak tahu tadi kok main yang di sungai besar itu. Biasanya juga main di sungai tidak pas hujan, anak saya juga ikut diajak main di sungai tadi,” ujarnya.
Sutrisno menjelaskan, jika kedua korban datang ke rumah korban di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto menjemput anaknya. Bahkan, kakaknya mengambil baju anaknya dari almari sendiri lantaran sang istri tidak ada di rumah.
“Istri saya tidak ada di rumah, kakak saya jemput anak saya dan ambil baju anak saya sendiri di almari. Kayak buru-buru ngitu, iya sampai sekarang masih pencarian. Sungai ini banyak batunya takutnya kena kepala jadi tenggelam tidak langsung hanyut,” tegasnya. [tin/ian]







