Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Jatim yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad bertemu dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Blitar, Jumat (4/11/2022).
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Anwar Sadad yang didampingi Kharisma Febriansyah (Sekretaris DPD Gerindra Jatim) dan Ferdians Reza Alvisa (anggota DPRD Jatim) lebih banyak mendengar harapan dari utusan ABPEDNAS dari 22 PAC se-Kabupaten Blitar itu. Di antaranya keluhan minimnya biaya operasional BPD. “Dana operasional BPD hanya Rp 250 ribu sebulan,” kata Abd. Syukur, Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Blitar.
Syukur berharap dana operasional BPD bisa menjadi Rp 10 juta setahun. Dalam pandangan Sadad, BPD merupakan elemen strategis dalam proses pemberdayaan desa. Itulah sebabnya BPD harus diberi ruang yang lebih luas dalam menjalankan peran-peran pemberdayaan.
Menurut Sadad, geliat pemberdayaan desa makin menunjukkan dinamikanya sejak diundangkan UU nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.
Gerindra sebagai penggagas utama Undang-undang tersebut berharap momentum pemberdayaan desa terus terjaga dengan berbagai ide kreatif yang digagas BPD.
Disinggung pertemuannya dengan ABPEDNAS dianggap melakukan mobilisasi dukungan, Sadad mengaku wajar saja parpol menggalang dukungan dari masyarakat, apalagi BPD merupakan elemen strategis masyarakat, bahkan merupakan elit masyarakat desa. Sadad bahkan siap menjadikan partainya sebagai alat perjuangan ABPEDNAS dalam mewujudkan harapan dan keinginan masyarakat desa. (tok/kun)






