Banyuwangi (beritajatim.com) – Munculnya Festival Pecinan Banyuwangi semakin menambah beragamnya budaya di daerah ujung timur Pulau Jawa ini. Tak hanya sekedar budaya, agama, tapi juga kuliner juga menjadi pembeda.
Akhir pekan lalu menjadi buktinya. Beragam kuliner khas Tionghoa menghiasi jalanan di sekitar Tempat Ibadah Tri Dharma (TTID) Hoo Tong Bio, Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi.
Ada kuliner bebek peking atau peking duck, roti mandarin, nasi hainan hingga ayam char siu. Semua tersaji di satu lokasi saat perayaan Tahun Baru Imlek 2575 tersebut.
Sebut saja bebek peking, kuliner ini bahkan jadi primadona. Masakan khas Beijing ini terbuat dari bebek yang dipanggang dengan bumbu rempah-rempah dengan ciri kulitnya yang renyah dan berwarna merah.
Ditambah, roti mandarin, saus hoisin, irisan mentimun, dan daun bawang makin nikmat masakan tersebut.
“Kami sudah berjualan bebek peking sejak tahun 2010. Resepnya turun-temurun dari nenek moyang kami,” ujar Liem (52), salah satu penjual bebek peking, di Festival Pecinan Banyuwangi.
Selain itu ada juga nasi hainan. Kuliner ini merupakan nasi yang dimasak dengan kaldu ayam dan jahe. Nasi tersebut kemudian disajikan dengan ayam rebus, saus cabai, dan saus jahe.
Sedangkan ayam char siu dibumbui dengan kecap manis, kecap asin, madu, dan rempah-rempah, kemudian dipanggang hingga berwarna merah.
Melengkapi makanan-makanan tersebut, pengunjung juga bisa menikmati kuliner khas Tionghoa lainnya seperti kue keranjang, bakpao, lamie, hekeng, choipan, dan bakcang.
Ingat, meski Festival Pecinan Banyuwangi telah usai digelar. Namun jangan khawatir jika kangen dengan cita rasanya.
Pasalnya, Pecinan Street Food akan hadir setiap akhir pekan menjadi pasar tematik khusus kuliner Tionghoa. Termasuk melibatkan puluhan UMKM yang menjajakan beragam penganan khas Tionghoa hingga kuliner khas Banyuwangi disekitar TITD Hoo Tong Bio ini.
“Dengan digelar tiap akhir pekan, selain menjadi destinasi wisata kuliner baru harapannya juga bisa menggerakkan ekonomi warga,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Salah satu pengunjung, Jose Endragon (23), yang kuliah di China, mengaku senang bisa menikmati kuliner di Festival Pecinan Banyuwangi ini.
“Saya suka sekali dengan bebek pekingnya, rasanya gurih dan renyah. Sebagai orang yang berkuliah di China, rasanya tidak kalah dengan yang ada di sana,” ujar Jose. (rin/ted)






