Surabaya (beritajatim.com) – International Digital Accounting and Fraud (IDAF) Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya menggelar Guest Lecturer, Rabu (27/3/2024) kemarin. Momen ini menjadi ajang bagi alumni untuk berbagi tips menjadi akuntan di era digital.
Seperti diketahui, era globalisasi dan perkembangan teknologi kini semakin pesat menerpa setiap sendi kehidupan termasuk dunia bisnis. Tak ketinggalan digitalisasi sistem informasi akuntansi dan keuangan.
Mengangkat topik ‘Leveraging Data Analytics for Decision Making in Accounting’, kegiatan ini menghadirkan alumni UK Petra yang sempat bekerja menjadi Senior Finance Analyst di Tesla, yaitu Alexander Josiah Wirawan.
Ia menuturkan, hadirnya aplikasi digital accounting, juga berarti kurangnya keterampilan di pasar tenaga kerja, terutama keahlian akuntansi dan analitis.
Karena itu, menyadari bahwa perannya telah berkembang menjadi analisis keuangan berbasis data semakin penting. “Dengan memanfaatkan alat analitis, maka akuntan bisa menggunakannya untuk tujuan kontrol, pelaporan, dan otomatisasi,” kata Alex.
Alex menambahkan, perangkat komputer memiliki keterbatasan untuk menampung data yang dikerjakan. “Ketika masih bekerja di Tesla, saya memeriksa hingga 5 juta invoice setiap harinya. Bayangkan jika kita harus mendata dalam sebulannya,” tambah Alex.
Di kesempatan sama, Koordinator Guest Lecturer, Sany mengatakan bahwa diundangnya alumni ini untuk memberikan kesadaran warga Surabaya, termasuk mahasiswa UK Petra terkait pergeseran peran akuntan di era digital.
“Sebab seorang akuntan harus memahami keuntungan dan kelemahan teknologi digital ini, termasuk kemungkinan adanya fraud,” kata Sany.
Ia berharap, dengan adanya agenda ini, ke depan kinerja para akuntan akan lebih efisien, sekaligus lebih cepat dalam mendapatkan laporan, dengan tetap memperhatikan risiko-risikonya. [ipl/but]






