Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengadakan Kuliah Tamu bertema “Harmonisasi Agama dan Pancasila dalam Bingkai Indonesia”.
Kuliah tamu ini diharapkan berdampak pada mahasiswa agar menjadi mahasiswa yang Pancasilais sejati. Selain itu agar mahasiswa paham bahwa tidak ada pertentangan antara agama dan Pancasila.
Ketua panitia kegiatan, Ahmad Bahaudin Almufaro, S.Pd.I., M.Pd.I. menjelaskan jika kegiatan ini dihadiri sekitar 320 mahasiswa Polinema dari berbagai jenjang.
“Kegiatan ini menghadirkan narasumber hebat, Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. DR. H. Imam Suprayogo, M.Si yang dipandu oleh Dr. Mohamad Sinal, SH., MH., M.Pd,” terangnya dalam acara yang berlangsung di Auditorium Gedung Teknik Sipil.
Kepala UPT MKU, Hairus Sandi, SH.,MH., menjelaskan jika Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang berbentuk kesatuan meskipun memiliki banyak agama, suku dan ras.
“Pancasila mampu menjadi perekat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Diharapkan agama dan Pancasila sebagai ideologi negara tidak dibenturkan dengan sebuah kepentingan yang sifatnya mikro maupun makro,” terang Hairus Sandi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”polinema-malang”]
Acara kuliah tamu ini dibuka oleh Pembantu Direktur III, Dr. Eng. Anggit Murdani, ST., M.Eng. Dia menyambut baik penyelenggaraan kuliah tamu ini dalam rangka membangun karakter mahasiswa. “Materi yang disampaikan oleh Prof. Imam Suprayogo sangat menarik,” terangnya.
Menurut dia, Indonesia memiliki nilai yang sangat bagus, secara potensi dan keberagamannya tidak dimiliki negara lain. “Sehingga kita harus bangga memiliki nilai nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai agama,” kata Pudir III dalam keterangan. (dan/ted)







