Lamongan (beritajatim com) – Media sosial diramaikan dengan beredarnya video yang memperlihatkan aksi tawuran yang disebut-sebut teriadi di Kabupaten Lamongan.
Dalam video berdurasi 20 detik tersebut, terlihat terjadi baku hantam di tepi Jalan Daendels. Sesaat kemudian gerombolan yang rata-rata menutupi wajahnya dengan masker dan kaos tersebut berhamburan melarikan diri.
Sementara dalam video berdurasi 19 detik yang diambil dari sudut lain, memperlihatkan gerombolan massa terlihat mengeroyok beberapa pemuda dengan tangan kosong, bahkan ada yang menimpuk dengan batu.
Dari suara yang ada di video tersebut, si perekam video mengatakan bahwa tawuran tersebut terjadi di Dusun Pambon, Desa Brengkok, Kecamatan Brondong.
“Tawuran. Tawuran di Pambon,” ucap si perekam video.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Muhammad Hamzaid, membenarkan bahwa insiden tawuran tersebut terjadi di Kecamatan Brondong, sekitar pukul 17.30 WIB.
“Pada Rabu (25/12/2024) pukul 17.30 wib, di Dusun Pambon, Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, telah terjadi penganiayaan secara bersama-sama, yang mengakibatkan korban luka pada kepala dan luka patah tulang pada tangan kanan,” kata Hamzaid, saat dikonfirmasi, Kamis (26/12/2024).
Hamzaid menyampaikan, insiden tersebut bermula ketika ada rombongan konvoi pemuda yang menggunakan atribut salah satu perguruan silat.
“Rombongan ini menggunakan 15 sepeda motor berjalan dari arah barat menuju ke timur atau dari arah Tuban menuju ke arah Gresik. Rombongan ini bertujuan akan pulang ke rumah mereka masing-masing,” ujarnya.
Saat sampai di Jembatan Sedayulawas, rombongan ini tiba-tiba dihadang oleh kelompok yang tidak kenal dan melakukan pelemparan batu ke arah rombongan konvoi pemuda yang menggunakan atribut salah satu perguruan silat tersebut.
“Kemudian, rombongan konvoi pemuda ini putar balik kembali ke arah Tuban. Setelah sampai di Dusun Pambon, Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, rombongan ini diserang dan dilempari batu oleh kelompok oknum yang tidak kenal,” tuturnya.
Hamzaid mengungkapkan, peristiwa ini mengakibatkan 3 korban luka, yaitu Wahyudi (39) warga Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, mengalami luka robek pada kepala, Dani, warga Desa Bluri, Kecamatan Solokuro yang mengalami luka patah tulang pada tangan kanan dan MPR (15 tahun) asal Kecamatan Panceng, Gresik yang mengalami luka robek pada kepala.
“Untuk kejadian itu, saat ini sedang ditangani Polsek Brondong dan dibantu Satreskrim Polres Lamongan. Petugas telah memintai keterangan saksi korban maupun saksi mata di TKP,” kata Hamzaid.
Untuk mencegah agar kejadian serupa kembali terjadi dan menciptakan situasi yang kondusif, lanjut Hamzaid, Kapolsek bersama anggota jajaran telah mengumpulkan para ketua ranting perguruan silat yang ada di Kecamatan Brondong.
“Kami meminta semua pihak untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di Lamongan,” ucapnya. [fak/aje]






