Surabaya (beritajatim.com) – Insiden bendera terbalik terjadi saat upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) di Balai Kota Surabaya, Minggu (17/8/2025). Peristiwa itu lantas viral di media sosial dan menuai banyak tanggapan dari netizen.
Pantauan Beritajatim di media sosial, kejadian tersebut diunggah oleh sejumlah akun dengan follower besar. Ribuan komentar membanjiri postingan bendera terbalik itu. Banyak netizen menghujat petugas pengibar bendera yang masih duduk di bangku sekolah tersebut. Namun, banyak juga dukungan dari netizen kepada para petugas pengibar bendera yang bertugas.
Menanggapi insiden tersebut, Adelia Hari mantan anggota pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) Kota Surabaya tahun 2015 meminta agar netizen tidak berlebihan dalam mengomentari kesalahan anggota yang bertugas melakukan pengibaran bendera. Apalagi sampai melakukan merundung (bully) petugas dengan kalimat yang tidak pantas.
“Kalau sampai membully menurutku kurang pantes aja karena orang ga tau tentang proses yang sudah dilalui ataupun kejadian di belakang yang membuat petugas grogi hingga hilang fokus,” kata Adelia kepada Beritajatim.com.
Perempuan yang akrab dipanggil Adel ini mengakui bahwa insiden bendera terbalik merupakan kesalahan fatal yang sangat dihindari oleh petugas pengibar bendera. Apalagi di momen sakral seperti upacara HUT ke-80 RI. Seharusnya tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun untuk kesempurnaan prosesi upacara.
“Seharusnya ga ada kesalahan. Ini kan konteksnya pasukan pengibar bendera yang memang dituntut sempurna dalam melaksanakan tugasnya. Cuma kan ya itu tadi keadaan, ga ada yang tau,” imbuh alumni SMAN 11 Surabaya itu.
Namun sebagai mantan anggota pengibar bendera di lokasi yang sama, Adel memahami bagaimana keadaan mental pasukan diuji saat prosesi upacara berlangsung. Baginya dipilih menjadi pengibar bendera bak pisau bermata dua. Satu sisi merupakan prestasi yang membanggakan. Namun di sisi yang lain merupakan beban berat karena menjadi pusat perhatian.
Ia lalu menceritakan proses menjadi anggota Paskibraka kota Surabaya dulu saat masih bersekolah di SMAN 11 Surabaya. Proses seleksi dimulai dari internal ekstrakurikuler Paskibra sekolah. Proses seleksi di tingkat internal sekolah itu bisa berlangsung berbulan-bulan.
Setelah dinyatakan lulus di tingkat internal sekolah, anggota Paskibraka melanjutkan proses seleksi di tingkat Kota Surabaya. Pada proses ini, seluruh anggota Paskibraka terbaik dari masing-masing sekolah diadu.
“Dari seleksi sekolah itu biasanya sudah ada latihan untuk persiapan fisik dan mental. Waktu dinyatakan menjadi anggota Paskibraka Kota Surabaya masih harus menjalani pelatihan ketat dari pagi sampai malam selama dua minggu. Kalau sekarang, saya kurang tau berapa lama (latihan pemantapan),” jelas Adel.
Atas insiden itu, Adel berpesan agar anggota yang melakukan kesalahan bisa menerima teguran. Ia menitip pesan agar anggota Paskibraka Kota Surabaya tidak berlarut-larut jatuh dalam rasa sedih. Insiden bendera terbalik itu sudah terjadi dan tidak bisa diubah.
“Para pengibar bendera juga manusia. Mereka bisa melakukan kesalahan. Namun, bagi yang melakukan kesalahan juga harus menerima konsekuensi sebagai bentuk tanggung jawab. Tapi jangan berlarut-larut. Jadikan pelajaran dan terus berkembang,” tuturnya.
Terlepas dari insiden bendera terbalik itu, Adel mengapresiasi Walikota Surabaya Eri Cahyadi yang memberikan semangat saat menjadi inspektur upacara HUT ke-80 RI di Balai Kota Surabaya. Ia mengamini, kesalahan itu bukanlah akhir dunia dari para petugas.
“Terimakasih ya pak Eri Cahyadi udah bantu ngebesarin hati petugas upacara. Bener kalo perjalanan mereka masih panjang. (Insiden bendera terbalik itu) cukup dijadikan pelajaran aja,” pungkas Adel.
Diketahui, suasana khidmat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Kota Surabaya sempat diwarnai insiden tak terduga. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) secara tidak sengaja memasang bendera Merah Putih dalam posisi terbalik saat prosesi pengibaran.
Peristiwa itu sontak mengejutkan sejumlah peserta dan tamu undangan. Namun, para petugas dengan sigap segera memperbaiki posisi bendera, sehingga prosesi upacara tetap berjalan lancar dan penuh khidmat hingga upacara selesai. (ang/but)






