Ponorogo (beritajatim.com) – Musim kemarau yang terjadi sekarang ini membuat beberapa wilayah di Kabupaten Ponorogo dihantui oleh bencana kekeringan. Data dari BPBD Ponorogo per 20 Agustus 2024, tercatat sudah ada 6 dusun yang mengalami kekeringan.
Dari jumlah itu, ada 540 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Alhasil, BPBD Ponorogo pun secara rutin melakukan droping air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan tersebut.
“Sampai tanggal 20 Agustus, droping air bersih dari BPBD Ponorogo menyasar ke 6 dusun,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, Kamis (22/8/2024).
Dari 6 dusun yang mengalami bencana kekeringan itu, meliputi Dusun Krajan Tengah (125 KK) dan Dusun Bedog (35 KK) di Desa Wates Kecamatan Slahung. Kemudian Dusun Jenggrinh (56 KK) di Desa Duri Kecamatan Slahung, Dusun Dungus (276 KK) di Desa Karangpatihan Kecamatan Pulung.
Masih di Kecamatan Pulung, ada Dusun Sukun (13 KK) dan Dusun Krajan (35 KK) di Desa Sidoarjo.
“Dari 6 dusun itu, yang terdampak ada 540 KK,” katanya.
Masun menyebutkan bahwa bencana kekeringan itu nampaknya tidak hanya di 6 dusun itu. Bencana kekeringan berpotensi meluas, seiring dengan musim kemarau yang masih akan terjadi sampai bulan depan.
Selain itu, pihaknya saat ini juga melakukan assesment terhadap wilayah-wilayah lainnya, yang sudah melaporkan kekeringan ke BPBD Ponorogo.
“Memang kekeringan dominan terjadi di bulan Agustus ini. Namun, juga belum bisa dipastikan akan berakhir kapan, seiring masih musim kemarau,” pungkasnya.
Untuk diketahui, droping air bersih tidak hanya dilakukan oleh BPBD Ponorogo, pun ada sejumlah perusahaan swasta yang turut serta dalam pendistribusian air bersih. Seperti beberapa hari lalu, ada perusahaan dari Mahesa Group yang turut memberikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak di Desa Karangpatihan Kecamatan Pulung.
“Kita salurkan 2 truk tangki air bersih ke warga yang terdampak kekeringan di Desa Karangpatihan,” kata Direktur Pabrik Es PMP Ponorogo dari Mahesa Group, Aan Wildan Ahsani. [end/suf]






