Surabaya (beritajatim.com) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Timur menggelar Dialog Nusantara & Deklarasi Pemilu Damai Tahun 2024. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, serta peserta dari berbagai kampus di Jawa Timur.
Pembacaan deklarasi Pemilu Damai bertema “Pendidikan Politik Cerdas Menanggulangi Isu Sara, Hoax dan Politik Identitas” ini dipimpin oleh Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur, Elang Bagus Dwi Tunggal.
Deklarasi ini berisi kesiapan peserta untuk berpartisipasi dan berperan aktif pada Pemilu 2024 secara jujur, adil, santun, berbudaya, dan bermartabat serta mendukung pelaksanaan pemilu sebagai sarana integrasi bangsa.
Elang Bagus menyebut peserta siap berkampanye secara produktif, mengedepankan unsur budaya dan kearifan lokal. Pun siap bekerja sama untuk tidak melakukan politik uang, politisasi SARA, menyebarkan berita HOAX, provokasi, dan ujaran kebencian.
“Siap bekerja sama dengan seluruh elemen, untuk menjaga situasi Kambtibmas yang kondusif, aman, dan damai pada pelaksanaan Pemilu 2024 di Jawa Timur,” kata Elang di Bangsal Poncowaliko, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Rabu (27/12/2023).
Selain itu, lanjut Elang, mereka dapat mengendalikan masa pendukung masing-masing dan mendukung sepenuhnya tindakan tegas aparat penegak hukum.
“Terakhir, siap menerima apapun hasil Pemilu 2024 dengan terbuka dan lapang dada,” ujar dia.
Elang berharap deklarasi tersebut dapat dijalankan oleh semua elemen bangsa. Hal ini agar masyarakat tetap nyaman, tenang, dan berpikir jernih untuk menentukan pilihan.
“Mereka datang ke TPS tanpa khawatir. Bisa menggunakan hak untuk menentukan pilihan,” tutur Elang.
Elang memaparkan, secara esensi Pemilu merupakan proses pembelajaran dalam rangka pendewasaan bangsa. Pemilu juga merupakan momentum ujian bagi seluruh elemen bangsa, mengenai seberapa jauh nilai-nilai demokrasi telah menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia.
“Nilai-nilai demokrasi adalah menyelesaikan pertikaian secara damai dan sukarela, menjamin terjadinya perubahan secara damai, pergantian penguasa dengan teratur, sesedikit mungkin unsur paksaan dalam pembuatan, pelaksanaan, dan penegakan keputusan politik, adanya pengakuan terhadap nilai keanekaragaman, adanya pengakuan dan jaminan atas tegaknya keadilan, serta ilmu pengetahuan yang maju,” jelas Elang.
Sesuai dengan batasan kewenangan dan bidang urusan masing-masing, dia mengajak semua pihak untuk memastikan Pemilu Damai tidak semata-mata dimaknai sebagai slogan, tetapi sebagai ikhtiar, untuk menciptakan atmosfer yang kondusif. Menjaga kedamaian selama Pemilu adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, tanpa terkecuali.
“Mari kita saling bekerja sama, sehingga Pemilu 2024 dapat menjadi bukti bahwa masyarakat telah kian cerdas dalam berpolitik, sekaligus menjadi perayaan atas kedewasaan kita sebagai Bangsa Indonesia,” ujar Elang.
Sementara itu, Ketua KPU Jawa Timur Choirul Anam menyebutkan, Deklarasi Pemilu Damai Tahun 2024 yang digelar ini merupakan kegiatan kolaboratif antara Pemuda dan Mahasiswa. Upaya tersebut pun demi mendorong di Jawa Timur semakin damai selama Pemilu 2024.
“Ini menjadi concern kita semuanya. Kita tidak bisa menggantungkan Pemilu damai hanya pada penyelenggara pemilu, pada pemerintah daerah. Namun semua pihak harus mengambil peran agar kemudian kita bersama-sama mewujudkan Jogja ini damai pada saat Pemilu tahun 2024,” pungkas dia. [asg/beq]






