Malang (beritajatim.com) – Seleksi penerimaan peserta didik baru atau PPDB tahun 2024 ini dirasa cukup berat bagiku lembaga SDN 4 Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang.
Alhasil, lembaga sekolah di desa wilayah Malang Selatan itu memilik 47 murid. Mulai kelas 1 sampai 6. Dari jumlah itu, murid kelas 6 jumlahnya hanya 4 anak. Sejumlah faktor mempengaruhi kecilnya jumlah siswa di sekolah tersebut. Salah satunya, desa terpencil itu berada persis di pinggir sungai.
Tak hanya itu, tempat utama untuk menimba ilmu saat ini hanya memiliki 2 ruang belajar. Hal itu setelah relokasi dari gedung lama dampak terjangan banjir setahun lalu.
Kepala Sekolah di SDN 4 Kedung Banteng, Siti Nur Hasana mengaku akan terus berusaha memaksimalkan jumlah murid dari yang ada saat ini.
“Kami akan terus berupaya memaksimalkan jumlah murid, yaitu dengan meningkatkan ekstra kurikuler seperti bela diri dan seni tari,” ungkap Nur Hasanah, Senin (9/12/2024).
Kata dia, upaya meningkatkan dua kegiatan ekstra kurikuler tersebut, selain meraih prestasi juga untuk mengembangkan kemampuan menjaga diri, disiplin, dan kemandirian.
Selanjutnya untuk ekstra seni tari, tambah Nur Hasana, dengan belajar menari, anak-anak juga diajarkan kerjasama dan berinteraksi dengan teman lainnya. Sehingga satu sama yang lain terjalin ke akraban.
Hasana menceritakan sekilas tentang kondisi gedung sekolah yang ada saat ini. Menurutnya, gedung lama rusak akibat diterjang banjir tahun 2022. Sekolah lama yang berjarak sekitar 120 meter ini, harus direlokasi ke gedung baru yang hanya terdiri dari ruang kelas saja.
“Karena minimnya ruang kelas, untuk murid kelas 5 dan 6 harus belajar di teras. Tetapi Dinas Pendidikan sudah mengajukan pembangunan Ruang Kelas Baru. Katanya masuk skala prioritas,” tutur Hasana.
Hasana melanjutkan, dari dua ruang kelas yang ada saat ini, berarti masih kurang 5 ruang kelas, termasuk 1 ruang untuk guru.
“Untuk ruang kelas 1 dan 2 masih disekat. Begitu juga ruang kelas 3 dan 4. Dan yang agak prihatin, untuk murid kelas 5 dan 6 saat ini harus belajar di teras,” tuturnya.
Sementara itu, Laila seorang guru di SDN 4 Kedungbanteng menambahkan, meski dirinya mengajar murid kelas 6 dengan jumlah hanya 4 orang siswa, dia tetap semangat.
“Meskipun jumlah murid kelas 6 saat ini hanya 4 orang, tetapi anak-anak itu sangat aktif dan nurut perintah sang guru. Pokoknya mereka super aktif dan luar biasa,” pungkas Laila. [yog/suf]






