Surabaya (beritajatim.com) – Sahabat terdekat Almarhum Bejo, Mat Halil mengenang sosok Bejo Sugiantoro sebagai seorang kapten sekaligus pelatih yang berkarisma. Menurutnya, almarhum bukan hanya pemimpin di lapangan, tetapi juga figur yang bisa mengayomi pemain-pemain muda.
“Dia juga sosok kapten yang selalu bisa memperjuangkan hak dari semua pemain,” ujar Mat Halil.
Bagi Mat Halil, Bejo adalah panutan yang selalu menanamkan nilai-nilai integritas dalam sepak bola. Salah satu pesan yang paling membekas adalah prinsipnya dalam menilai pemain berdasarkan kemampuan, bukan faktor lain seperti uang atau kedekatan.
“Jadi memilih pemain itu dari skill dan kemampuannya, jangan karena uang. Jadi pilih yang terbaik,” tegasnya.
Halil mengaku hingga saat ini masih menerapkan prinsip tersebut dalam kehidupannya, karena merasa pesan Bejo memiliki nilai yang kuat dalam dunia sepak bola.
Kaget Mendengar Kabar Duka
Mat Halil awalnya sulit percaya ketika mendapat kabar duka tentang kepergian Bejo Sugiantoro. Informasi pertama kali ia dapatkan dari mantan rekan setimnya, Sugiantoro.
“Saat itu yang berikan informasi hanya Sugiantoro, saya sempat memarahi yang memberikan informasi tersebut,” kenangnya.
Namun setelah memastikan kebenarannya, Halil mengaku sangat terkejut dan kehilangan sosok yang telah banyak berjasa bagi Persebaya Surabaya.
Kepergian Bejo Sugiantoro menjadi duka mendalam bagi dunia sepak bola Indonesia, terutama bagi mereka yang pernah bekerja sama dengannya.
Sosoknya tidak hanya dikenal sebagai kapten legendaris Persebaya di era 90-an, tetapi juga sebagai pelatih yang berdedikasi dalam membina pemain muda. (way/ian)






