Banyuwangi (beritajatim.com) – Polisi bersama Basarnas menindaklanjuti temuan bayi di dalam sumur di Desa Dadapan, Kecamatan Kabat. Petugas gabungan ini kemudian mengevakuasi jenazah bayi tersebut.
Butuh kerja keras untuk dapat mengangkat mayat bayi dari dalam sumur. Bahkan petugas butuh waktu dua jam untuk evakuasi hingga selesai. “Evakuasi dilakukan sekitar pukul 14.30 hingga 16.40 WIB. Sekitar dua jam,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, AKP Mustijat Priyambodo, Jumat (10/9/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”bayi-dibuang”]
Alasannya, lokasi dan kedalaman sumur menjadi kendala. Menurut petugas, sumur tersebut memiliki kedalaman sekitar 10 – 15 meter. Meski demikian, evakuasi dapat selesai dengan bantuan beberapa unsur lain. “Jasad bayi berjenis kelamin laki-laki. Langsung kita bawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi,” ujarnya.
Koordinator Pos Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setya Budi menambahkan, tim Rescue Basarnas kesulitan mengangkat jasad bayi di dalam sumur itu karena kurangnya penerangan. Kondisi itu menjadi kendala tersendiri saat evakuasi.
“Karena sumur sangat dalam, akhirnya kita kesulitan. Kurang penerangan. Selain itu jasad bayi juga tenggelam di dasar sumur,” tambahnya.
Diketahui, aksi sadis diduga dilakukan oleh seorang gadis di Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Bocah berusia 14 tahun itu diduga membuang bayi yang baru dilahirkannya ke sumur. Benar saja, saat ditelusuri, adanya temuan yang mencengangkan. Hal itu berasal dari rekaman kamera pengintai di rumah tersebut.
Dalam rekaman CCTV diketahui, gadis yang masih belia itu masuk ke kamar mandi. Nah, saat keluar dari kamar mandi, dia membawa benda di tangannya. Dugaan kuat, benda itu adalah bayi yang baru dilahirkannya. Lantaran takut, kemudian pasien memasukkan bayi itu ke tempat sampah sebelum dilempar ke sumur. [rin/suf]






