Surabaya (beritajatim.com) – Pelestarian budaya kini tak lagi soal panggung fisik semata. Disbudpar Jatim mulai menyasar layar ponsel melalui workshop dokumentasi video untuk menyelamatkan eksistensi Wayang Topeng Panji.
Para staf humas daerah kini dituntut melek sinematografi. Mereka bertugas mengubah pertunjukan tradisional menjadi konten digital yang layak konsumsi bagi audiens nasional hingga mancanegara.
Kepala UPT Taman Budaya Jatim Deddy Hariyono menyebut peningkatan kapasitas dokumentasi sangat krusial. Tujuannya agar potensi besar seni daerah tidak hanya mandek di lingkup lokal.
“Tugas kita memperkenalkan dan mengembangkan agar budaya Jawa Timur dilirik nasional maupun internasional,” tegas Deddy di Pendapa Jayengrana, Selasa (10/2/2026) malam.
Wayang Topeng Malangan lakon Candrasmara sengaja diboyong ke Surabaya. Selain pertunjukan, lakon ini menjadi objek praktik bagi 56 peserta untuk memproduksi dokumenter pendek berkualitas.
Strategi ini dilakukan agar karya seniman lebih mudah diakses publik. Hasil workshop nantinya akan diunggah ke kanal YouTube resmi sebagai arsip sekaligus bahan promosi budaya. [ipl/ted]






