Surabaya (beritajatim.com) – Begal bersajam membacok satu remaja di Lakarsantri, Surabaya, Kamis (22/6/2023) malam. Dalam peristiwa itu, seorang remaja berinisial R mengalami luka bacok di bagian punggung.
Remaja 16 tahun itu menceritakan, saat itu dirinya sedang bermain bersama temannya berinisial AI untuk membeli ikan hias di Jalan Mastrip. Sekitar pukul 00.30, Ia lantas pulang melewati Jalan Made Lakarsantri. Saat di ruas Jalan Made itu, ia tiba-tiba dikejar oleh tiga pembegal yang mengintimidasi kedua anak-anak itu.
“Sempat kejar-kejaran. Tapi temanku jatuh dan kita memutuskan putar balik karena kita kira sudah aman,” ujar R, Minggu (25/6/2023).
Namun, dugaan kedua remaja itu salah. Mereka malah dicegat saat di perempatan citraland ruas jalan Made. Disana, mereka diancam dengan celurit panjang. Para pembegal meminta handphone kedua remaja itu. “Karena takut, saya menuruti permintaan para pelaku. Namun, usai mendapat HP, saya tetap dibacok di bagian punggung,” imbuh warga Sememi itu.
Selain handphone, kunci kontak sepeda motor milik korban juga diambil. Mereka sempat berupaya minta tolong. Namun, karena jalanan sepi, mereka terpaksa menuntun sepeda motornya ratusan meter. Darah segar tetap keluar dari punggung R.
Sementara itu, W (42 tahun) bapak kandung R pun baru tahu anaknya menjadi korban pembegalan ketika rumahnya didatangi anggota Polsek Lakarsantri pukul 02.30 WIB pagi pasca kejadian. I kaget lantaran mengetahui jika anaknya tidur di rumah.
BACA JUGA:
Satpam Pemkot Surabaya Dibegal di Jalan Pakal
“Kemarin (Kamis) saya pulang kerja bakti malam jam 10 lebih. Saya lihat (R) tidur sama mamanya di rumah. Tahu-tahu setengah 3 ada Polsek Lakarsantri ke sini, kasih kabar, anak bapak kena begal sekarang di RSUD BDH (Bhakti Dharma Husada). Saya ngomong anak saya tidur dari sore di rumah, sepedanya juga ada. Tapi polisi bilang (anak saya) sama temannya pakai sepeda motor Supra, kena bacok bagian punggung,” bebernya.
Ia langsung ke rumah sakit, melihat kondisi R sudah pucat kehabisan darah karena tak segera ditangani. Ia berharap ke depan, rumah sakit milik pemerintah bisa memberi penanganan cepat tanpa menunda sampai pihak keluarga datang. “Saya ke RSUD BDH, keadaannya (R) tengkurap belum ditangani. Kata dokter nunggu yang tanggung jawab (pihak keluarga),” ujarnya.
BACA JUGA:
Kapolrestabes Surabaya Janji Tangkap Begal Bersajam di Dharmahusada
W juga berharap tiga pembegal itu bisa diamankan polisi. Hasil pengecekan keluarga di lokasi kejadian, ia memastikan ada kamera CCTV yang bisa dijadikan barang bukti peristiwa. “Saya berharap jajaran kepolisian meningkatkan keamanan. Takutnya banyak korban. Pengennya pelaku ditangkap dan gak ada kejadian seperti itu lagi. Tolong ditingkatkan keamanan di daerah situ,” jelasnya.
Sementara Kapolsek Lakarsantri Kompol Hakim membenarkan kasus tersebut dan saat ini dalam penyelidikan polisi. “Sudah kita lidik. Ada laporan. Kita sudah antisipasi patroli kejahatan malam,” tandasnya. [ang/suf]






