Blitar (beritajatim.com) – Sejumlah kios permanen di ruang terbuka hijau (RTH) Kanigoro Kabupaten Blitar nampak tutup pada bulan Ramadhan tahun ini. Padahal Pemerintah Kabupaten Blitar tengah menggelar bazar ramadhan di lokasi tersebut.
Tutupnya sejumlah kios permanen yang ada di RTH Kanigoro Kabupaten Blitar ini terjadi lantaran sepinya pengunjung. Karena kondisi itulah para pedagang justru memilih menutup kiosnya.
Sementara untuk stan bazar Ramadhan juga terlihat sepi pada hari kerja. Stan bazar Ramadhan baru nampak ramai di akhir pekan. Kondisi ini pun diakui oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar.
“Ya memang agak sepi. Apalagi kalau hari normal tapi kalau Sabtu Minggu insyallah ramai,” kata Anang Asfihani, Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Blitar, Rabu (12/04/23).
https://beritajatim.com/peristiwa/momen-haru-anas-urbaningrum-sungkem-ke-ibu-di-blitar/
Pemerintah Kabupaten Blitar sendiri baru pertama kali ini mengadakan kegiatan bazar ramadhan di ruang terbuka hijau (RTH) Kanigoro. Awalnya Pemerintah Kabupaten Blitar berharap dengan adanya kegiatan bazar ramadhan ini dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke (RTH), namun yang didapat justru sebaliknya.
Pemkab Blitar sebenarnya juga sudah mengimbau kepada para ASN untuk membeli produk di Bazar Ramadhan (RTH) Kanigoro. Namun nampaknya upaya itu tidak membuahkan hasil.
“Para ASN tetap kami imbau untuk membeli produk UMKM di Bazar ini tapi ya kondisinya seperti ini,” imbuhnya.
Dari pantauan tim beritajatim.com mayoritas pengunjung bazar ramadhan di RTH Kanigoro Kabupaten Blitar memang para ASN. Sementara masyarakat awam justru jarang masuk ke bazar ramadhan.
Kondisi itu terjadi lantaran lokasi bazar ramadhan yang berada dalam dan tidak terlihat dari jalan raya. Sehingga masyarakat yang melintas tidak tahu jika di RTH tersebut ada kegiatan Bazar Ramadhan.
“Ya memang baru pertama kali mas disini, kami sih berharap lebih rame dari tempat yang sebelumnya,” katanya.
Disperindag Kabupaten Blitar sendiri telah berupaya mengatasi sepinya penjualan di bazar ramadhan di RTH Kanigoro. Salah satu caranya yakni dengan menggandakan kegiatan musik atau jaranan untuk menarik minat warga.
“Kami sebetulnya sudah berupaya ya ini salah satu upayanya dengan memberikan tampilan musik atau jaranan seperti ini harapannya kan biar banyak warga yang tertarik ke sini terus kemudian membeli,” katanya.
https://beritajatim.com/gaya-hidup/dhuafa-blitar-dapat-400-paket-sembako-dari-notaris-muslim-indonesia/
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar memang memberikan ruang khusus kepada 22 kecamatan untuk mengisi stan yang ada di bazar ramadhan secara bergantian.
Namun sayangnya banyak barang dagangan yang dijual oleh 22 kecamatan tersebut bukan makanan atau minuman berbuka puasa (takjil). Kondisi itu pun semakin membuat malas warga berkunjung ke Bazar Ramadhan RTH Kanigoro.
“Katanya Bazar Ramadhan tapi yang dijual bukan takjil malah banyak camilan dan kue-kue lebaran,” kata Lorenza, warga. [owi/but]






