Ringkasan Berita
- Bazar Blitar Djadoel 2026 akan digelar di Alun-Alun Kota Blitar pada 8-12 Juli 2026.
- Tahun ini menghadirkan konsep empat era sejarah, mulai Era Kerajaan hingga Pasca-Kemerdekaan.
- Disperindag Kota Blitar menyiapkan zonasi tematik untuk menghadirkan pengalaman edukasi sejarah yang lebih menarik.
- Event tahunan ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif berbasis sejarah.
Blitar (beritajatim.com) – Alun-Alun Kota Blitar kembali bersiap menjadi pusat wisata sejarah dan budaya melalui penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel 2026 yang akan berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Juli 2026.
Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Perdagangan (Disperindag) kembali menghadirkan agenda tahunan tersebut dengan konsep yang lebih atraktif. Tahun ini, pengunjung akan diajak menjelajahi empat era sejarah yang menjadi bagian penting perjalanan Nusantara sekaligus perkembangan Kota Blitar.
Bazar Blitar Djadoel 2026 mengusung tema “Blitar sebagai Kota Tumbuh dan Transformasi Melalui Karya Berbasis Sejarah Menuju Kota Masa Depan yang Unggul dan Maju.”
Melalui tema tersebut, Pemerintah Kota Blitar ingin menunjukkan bahwa sejarah bukan hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun kota yang lebih maju melalui penguatan budaya, ekonomi kreatif, dan partisipasi masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Blitar, Parminto, mengatakan konsep penyelenggaraan tahun ini mengalami pembaruan dengan menghadirkan empat zona bertema sejarah.
“Kami tidak ingin tanggung-tanggung dalam menyajikan atmosfer sejarah. Tahun ini, Bazar Blitar Djadoel akan mengusung empat konsep era sekaligus,” ujar Parminto, Rabu (17/6/2026).
Empat zona sejarah tersebut meliputi:
- Era Kerajaan (1300–1500 Masehi) yang menghadirkan suasana kejayaan kerajaan Nusantara, akar budaya, dan kehidupan masyarakat masa lampau.
- Era Pra-Kemerdekaan (1600–1900) yang menggambarkan dinamika sosial, interaksi budaya, serta aktivitas ekonomi masyarakat pada masa kolonial.
- Era Perjuangan Kemerdekaan (1900–1945) yang mengangkat semangat perjuangan bangsa menuju Indonesia merdeka.
- Era Pasca-Kemerdekaan (1945–1970) yang menghadirkan suasana awal pembangunan bangsa, kehidupan masyarakat, hingga gaya hidup khas Indonesia pada pertengahan abad ke-20.
Menurut Parminto, pembagian kawasan berdasarkan periode sejarah tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih edukatif sekaligus menarik minat generasi muda untuk mengenal sejarah bangsa.
Selain menjadi sarana edukasi, konsep tersebut juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM.
“Saat ini kami masih melakukan pematangan dan masih proses penyusunan kegiatan,” tegasnya.
Saat ini Disperindag Kota Blitar masih menyusun petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan, mulai dari regulasi peserta, penataan zonasi stan, hingga konsep visual di masing-masing area sejarah.
Penyusunan tersebut dilakukan agar penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel 2026 mampu menghadirkan nuansa sejarah yang autentik, memberikan kenyamanan bagi pengunjung, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya.
Dengan konsep empat era sejarah, Bazar Blitar Djadoel 2026 diharapkan tidak hanya menjadi destinasi berburu kuliner tradisional, produk lokal, dan barang bernuansa klasik, tetapi juga menjadi ruang belajar sejarah yang interaktif serta memperkuat identitas Kota Blitar sebagai kota yang tumbuh melalui pelestarian warisan budaya menuju masa depan yang lebih maju. [owi/beq]






