Munchen (beritajatim.com) – Sejak berkostum Bayern Munchen dia musim lalu, Harry Kane adalah “monster”. Bagaimana tidak. Dari 106 laga, dia mencetak 103 gol dan 29 assist. Tetapi, khusus melawan Borussia Dortmund, Kane bisa dibilang telah terbiasa.
Sebab, dia telah melakoni 8 pertemuan. Hasilnya? Kapten timnas Inggris itu mencetak 7 gol dan 1 assist alias rata-rata 1 kontribusi gol per pertemuan.
7 gol ke gawang BVB membuat mereka jadi tim Jerman favorit Kane. Nominal produktivitas yang sama ketika Kane menjebol gawang VfB Stuttgart.
Fakta itu yang membuat Der Klassiker edisi ke-138 di spieltag ketujuh Sabtu malam (18/10/2025) monumental bagi HurriKane–julukan Kane. Satu gol lagi di laga yang dimainkan di Allianz Arena itu membuat BVB layak dinobatkan sebagai tim Jerman kesukaan Kane.
“Kane sangat berbahaya. Bukan sekadar dari gol-golnya. Melainkan juga sekarang dia juga sering mencatatkan assist. Tetapi, Bayern bukan sekadar Kane. Mereka memiliki banyak pemain hebat lainnya,” ujar der trainer BVB Niko Kovac dilansir laman resmi Bundesliga.
Tren menanjak performa Kane musim ini bukan sekadar berlaku bagi Bayern. Melainkan juga timnas Inggris. Dari 3 caps terakhir, dia mencetak 3 gol.
2 gol di antaranya terjadi saat Inggris mengalahkan Latvia 5-0 pada lanjutan kualifikasi Piala Dunia (15/10/2025). Kemenangan tersebut sekaligus menyegel tiket Piala Dunia tahun depan untuk Inggris. Three Lions jadi tim Eropa pertama yang lolos. Total, musim ini Kane mengemas 21 gol dan 13 laga.
Itu jadi bukti bahwa Kane memang on fire di mana pun dia berada. Jadi, Der Klassiker Sabtu malam sangat mungkin bakal jadi lanjutan badai kontribusi gol dari HurriKane.
“Bersama Vincent Kompany (der trainer Bayern, Red) aku merasa menjadi orang yang baru. Dia mengubahku menjadi pemain yang lebih baik dan berfungsi untuk tim,” papar Kane. (dio)
Perkiraan pemain:
Bayern Munchen (4-2-3-1): 1-Neuer (g) (c); 23-Boey, 2-Upamecano, 4-Tah, 27-Laimer; 6-Kimmich, 8-Goretzka; 17-Olise, 7-Gnabry, 14-Diaz; 9-Kane
Pelatih: Vincent Kompany
Borussia Dortmund (3-4-3): 1-Kobel (g); 3-Anton, 4-Schlotterbeck, 5-Bensebaini; 2-Couto, 20-Sabitzer, 8-Nmecha, 24-Svensson; 27-Adeyemi, 9-Guirassy, 14-Beier
Pelatih: Niko Kovac






