Surabaya (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyebut pengiriman logistik pemilu ke daerah kepulauan di Madura penuh tantangan. Pengiriman logistik ke sana menjadi prioritas.
Ketua Bawaslu Sumenep Achmad Zubaidi mengatakan, pihaknya memantau terus. “Memang untuk kepulauan ada prioritas. Pertama, soal waktu pengiriman logistiknya. Kedua, antisipasi cuaca,” katanya, Rabu (13/12/2023).
Zubaidi mencontohkan beberapa kali pemilu sebelumnya. “Kami sudah punya bahan evaluasi dari pemilu sebelumnya,” katanya.
Mengantisipasi cuaca buruk, Bawaslu Sumenep dan pemangku kepentingan pemilu mengikuti informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. “Komisi Pemilihan Umum sudah mengantisipasi dan berkoordinasi dengan BMKG. Ke kepulauan yang paling jauh, misalnya Masalembu, memang mau tidak mau, jika cuaca tidak memungkinkan, sampai perlu sewa helikopter (untuk mengantarkan logistik),” kata Zubaidi.
Kendati menyewa helikopter tak dianggarkan, menurut Zubaidi, pihaknya berkooridnasi dengan pihak-pihak penyedia heli seperti TNI Angkatan Udara. “Jadi segala macam sudah disiapkan, dan kami selalu berkoordinasi dengan KPU,” katanya.
Beberapa wilayah kepulauan yang menjadi prioritas antara lain Kangean, Masalembu, Sapeken, Arjasa. “Banyak pulau, seperti di Kecamatan Sapeken, satu desa terdiri dari beberapa pulau,” kata Zubaidi. Dokumen-dokumen pemilu disimpan dalam plastik yang rapat agar tidak terkena air dan merusaknya.
“Antisipasinya sudah luar biasa. Tapi di luar dugaan kita. Kita sama-sama tidak tahu. Namanya saja alam. Yang jelas teman-teman di KPU selalu berkoordinasi untuk antisipasi terus terkait masa logistik pemilu ini,” kata Zubaidi. [wir]






