Surabaya (beritajatim.com) – JN (45) warga Desa Jati Ganting, Kecamatan Kejayan, Pasuruan dihadiahi timah panas oleh Anggota Tim Anti Bandit Polsek Sukolilo setelah melakukan perlawanan dengan melempar batu dan mengacungkan pistol mainan. Ia dilumpuhkan usai mencuri motor di Kawasan Keputih Makam Blok B-15.
Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Iptu Zainal Abidin menjelaskan bahwa dalam aksinya JN bersama dua rekannya yang berhasil melarikan diri berangkat dari Pasuruan mengendarai Honda Vario warna hitam.
Setibanya di kawasan Keputih Makam Blok B-15, dua pelaku turun dan merusak kunci gembok pagar rumah milik Ademat (40). Dengan waktu beberapa detik saja, mereka berhasil menggasak sebuah motor honda scoopy merah bernopol L 2273 BW.
[berita-terkait number=”5″ tag=”curanmor”]
Setelah menguasai motor curian, ketiga pelaku kabur mengarah ke Keputih Tegal. Namun apes, ketiga pelaku berpapasan dengan anggota opsnal polsek Sukolilo yang patroli. “Anggota mencurigai gerak gerik ketiga pelaku. Sebab di tengah malam, mereka mengendarai dua motor tanpa membawa helm sambil menenteng tas. Terlebih tiga pelaku juga terlihat terburu-buru,” ujar Abidin, Selasa (09/11/2021).
Bermodal insting kepolisian, dua anggota opsnal yang mencurigai kemudian memilih menabrakkan motor dinas yang dikendarai ke arah para pelaku. “Anggota menabrak motor hingga membuat anggota dan dua pelaku itu lalu tersungkur,” imbuh dia.
Tak ingin buruannya lepas, anggota lalu mengeluarkan senjata dan melakukan tembakan peringatan. Ada total dua kali polisi melakukan tembakan. “Karena tidak digubris, anggota melakukan tindakan tegas menembak pelaku,” tandas Abidin.
Namun, dua pelaku itu malah terbangun dan meraih kembali motornya lalu kabur. Sementara satu pelaku yang membawa motor korban, tampak ketakutan dan meninggalkan motor scoopy korban di pinggir jalan dan berusaha melarikan diri. “Karena sama-sama melarikan diri, akhirnya anggota memilih mengejar satu pelaku yang berlari ke arah pergudangan,” terang Abidin.
Disana polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Pelaku yang terhimpit malah melempar batu ke arah petugas. Curiga dengan isi tas yang dibawa pelaku, polisi lalu melumpuhkan kakinya dengan timah panas. “Kami minta pelaku melempar tasnya. Kemudian kami amankan dan bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” ucap Abidin.
Setelah diperiksa, tas yang dibawa pelaku sempat membuat polisi kaget. Selain alat untuk mencuri, polisi juga menemukan pistol revolver yang ternyata adalah korek api. “Tujuannya untuk menakut-nakuti ketika tersangka ini terdesak atau kepergok pemilik,” pungkas Abidin. (ang/kun)






