Bojonegoro (beritajatim.com) — Surat Keputusan (SK) Rekomendasi Bakal Calon Bupati (Bacabup) dan Bakal Calon Wakil (Bacawabup) Bojonegoro dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang sebelumnya diberikan kepada Anna Muawanah dicabut.
Rekomendasi itu kemudian diberikan kepada pasangan Setyo Wahono-Nurul Azizah. Surat rekomendasi itu diserahkan oleh Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai NasDem, Fauzi Amro didampingi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jatim, Lifa Machfud Arifin kepada adik kandung Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno di Nasdem Tower Jakarta, Senin (19/8/2024) sore.
Usai penyerahan, Fauzi Amro mengatakan, rekomendasi model B1-KWK ditujukan kepada Cabup dan Cawabup Bojonegoro, Setyo Wahono dan Nurul Azizah agar dapat dipergunakan sebagai syarat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam Pilkada Bojonegoro 2024.
“Insyaallah mereka (Wahono-Nurul) bisa menang (dalam Pilkada Bojonegoro 2024),” kata Ketua Bappilu NasDem, Fauzi Amro.
Sementara, dengan rekomendasi yang diberikan Partai NasDem, menurut Setyo Wahono, semakin memantapkan pihaknya maju sebagai bakal calon bupati bersama Nurul Azizah sebagai calon wakilnya di Bojonegoro.
“Semoga ikhtiar ini bisa mendapat restu dari warga Bojonegoro dan tentunya doa-doa terbaik untuk kami,” tandas Wahono.
Sebelumnya, rekomendasi dari Partai NasDem diberikan kepada calon incumbent Anna Muawanah. Rekom dibacakan langsung oleh Sekretaris DPD Partai NasDem Bojonegoro Heli Suharjono yang dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro periode 2018-2023 beserta jajaran pengurus DPC PKB Bojonegoro di rumah pemenangan Partai NasDem Bojonegoro, Rabu (26/6/2024)
Dalam pemberian rekom tersebut diwarnai aksi walk out karena sejumlah pengurus DPC dan DPD Partai NasDem Bojonegoro menyatakan tidak sepakat dan menolak langkah partainya yang memberikan rekomendasi kepada perempuan asal Tuban tersebut. [lus/suf]







