Jombang (beritajatim.com) – Namanya Farah Salsabila Ramadani Putri. Umurnya masih 18 tahun. Baru saja lulus SMA tahun ini. Namun tekadnya sudah bulat untuk berangkat menunaikan ibadah haji. Farah adalah CJH (Calon Jemaah Haji) termuda di Kabupaten Jombang.
“Doakan mabrur. Tanggal 29 Juni 2022 berangkat ke asrama haji Sukolilo Surabaya. Bersama ibu. Saya berangkat menggantikan almarhum ayah,” kata gadis kelahiran 21 November 2022 ketika ditemui di rumahnya, Desa Sengon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jumat (17/6/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”haji”]
Farah adalah anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan Mahmudi (59) dan Mahmudah (56). Di temani sang ibu, Farah mengungkapkan bahwa dirinya sudah siap lahir dan batin untuk menunaikan ibadah haji. Persiapan fisik dan juga menata hati sudah dilakukan.
Alumnus SMA Negeri 2 Jombang ini berkisah, sebelumnya tak ada niatan untuk berangkat ke tanah suci. Karena yang mendaftar sebagai CJH adalah kedua orangtuanya. Namun takdir berbicara lain. Sang ayah meninggal pada Juli 2021. “Akhirnya dilimpahkan ke saya. Jadi saya yang menggantikan berangkat haji. Tentu terlebih dulu harus mengurus berbagai syarat administrasi,” ujar Farah.
Mahmudah menambahkan, dirinya mendaftar sebagai CJH pada 2011 bersama suaminya. Dari situ, pasangan suami istri ini mendapatkan kuota berangkat pada 2020. Hanya saja, upaya tersebut terganjal pandemi. Pada 2020 tidak ada pemberangkatan haji. Padahal dirinya dan suami sudah mendapatkan baju batik seragam haji.
Ketika persiapan sudah matang, justru Mahmudi jatuh sakit. Bahkan pada Juli 2021, sang suami menghembuskan nafas terakhirnya. Mahmudah beserta anak-anaknya diliputi kesedihan. Mahmudah kemudian mengurusi kuota haji sang suami yang meninggal.
“Saya mengurusi ke Kemenag Jombang. Termasuk menyerahkan akte kematian. Hingga akhirnya anak saya ini yang menggantikan almarhum ayahnya ke tanah suci. Kami sudah melakukan pelunasan, almarhum suami saya bisa diganti oleh anaknya,” pungkas Mahmudah. [suf]






