Surabaya (beritajatim.com) – 32 barista berpengalaman adu skill di Redback Latte Art Challenge, Kamis (9/3/2023). Kompetisi teknik meracik kopi berlangsung di Redback Coffee di Surabaya Barat sudah ketiga kalinya digelar di Kota Pahlawan.
Selain untuk melihat kualitas perfoma, juga menjadi ajang meningkatkan karir para barista yang kini banyak bertebaran di Jawa Timur. Pengetahuan yang didapat dari kompetisi ini bisa diaplikasikan ke kedai kopi atau coffeshop di mana mereka bekerja.
Lewat ajang seperti ini bukan hanya lebih mempererat antar komunitas barista. Mereka juga bisa berbagi ilmu dengan yang lain untuk mengembangkan bakatnya.
Owner Redback Coffee, Jemmy Setioyuwono, mengatakan para barista ini bisa menguasai bakat mengaplikasikan seni melukis dengan menuangkan susu yang sudah dipanaskan ke dalam cangkir berisi espresso untuk membuat pola-pola tertentu. Misalnya, pola hati dan pola daun rosetta.
“Kami ini ingin mengakrabkan komunitas barista satu sama lain, Dari ajang ini awalnya kami hanya berekspetasi yang mengikuti dari kota Surabaya,namun banyak yang merekomendasikan dari luar seperti Jawa Tengah, Jawa Barat hingga Jakarta. Dengan beragam perserta ini tentu banyak pula akan bermunculan barista yang berkualitas,” kata Jemmy.
Yang menarik bukan hanya didominasi peserta laki-laki seperti yang sebelumnya, kali ini banyak juga para barista Latte Art perempuan yang menguji skill dan mengasah ilmu yang dimilikinya di tempat asal mereka bekerja dan diaplikasikan lewat kompetisi ini.
Baca Juga: Java Paragon Hotel and Residence Surabaya Perkenalkan Menu Ramadhan
Otomatis perubahan seperti ini tentu semakin banyak barista yang berkompeten untuk membuat sebuah Latte Art yang berkualitas.
“Kita memang saring bagi barista yang ikut ini, ada undangan yang terekomendasi untuk bisa mengikuti kompetisi ini, bahkan yang menarik makin banyak barista perempuan yang ikut kualitasnya tidak kalah dengan yang pria,” ucap Jemmy.
Lebih lanjut, kata Jemmy, dengan kompetisi ini para barista ini bisa bertukar pengalaman dan ilmu antar barista yang mengikuti kompetisi.
Diharapkan mereka bisa mengembangkan bakatnya setelah mengikuti kompetisi ini, tentu hal ini sangat berguna untuk dikembangkan di kedai kopi atau coffeshop tempat barista ini bekerja. Karena para barista yang mengikuti ajang kompetisi ini tentu sebelumnya sudah memiliki basic dan tingkat kekreatifitasan dalam seni melukis capucino.
“Adanya kegiatan ini para barista ini bisa menambah ilmu bagaimana meracik kopi hingga menciptakan seni melukis dengan menuangkan susu yang sudah dipanaskan ke dalam cangkir berisi espresso untuk membuat pola-pola tertentu. Misalnya, pola hati dan pola daun rosetta,” imbuhnya.
Baca Juga: Sunset Dinner di Pantai Serang Blitar, Romantis dan Murah
Dengan mendatangkan para juri yang berkompeten didunia barista di Indonesia seperti Christian Widjaja, Omar Syarif Hingga Viki dari CTI Latte Art Battle Asia Champian 2016 para barista coffe ini menyabet juara 1,2,3 serta mendapatkan uang tunai dan sertifikat.
Bahkan dalam selingan kompetisi ini akan ada beberapa rangkaian kegiatan seperti workshop tentang bagaimana memilih kopi dan bagaimana membuat sajian yang pas untuk dinikmati. Diketahui sebelumnya, kompetisi seperti ini sudah tiga kali dilakukan oleh Redback.
Pada 2019, Redback pertama kali membuat barista kompetisi di Redback Sunday Market. Berlanjut di 2020 saat Pandemi Redback tetap dengan komitmen mereka untuk membangkitkan gairah dari teman-teman barista, dengan mengadakan Redback Virtual Latte Art Challenge. Sementara tahun ini, Redback Kembali mengadakan Barista Latte art Challenge. [way/beq]






