Malang (beritajatim.com) – Kontestasi Pilkada Kabupaten Malang makin dinamis. Berbagai cara dilakukan paslon untuk menggaet dukungan masyarakat. Salah Satunya Paslon nomor urut 1, Calon Bupati Malang sekaligus Petahana Bupati Malang, HM Sanusi.
Sanusi memperkenalkan seluruh anggota keluarganya dalam postingan sosial media resminya di Instagram @abahsanusin1. Sanusi terlihat duduk bersama di ruang tamu ditemani empat orang anak dan lima cucunya. Postingan yang dibagikan di akhir pekan itu sudah disukai dan dibanjiri berbagai komentar dari netizen.
“Abah Sanusi memang terkenal sebagai family man dan selalu menjadi seorang ayah yang baik bagi keluarga besarnya. Postingan itu saya kira wajar dilakukan seorang pemimpin yang menunjukkan kesuksesan dalam memimpin keluarga dengan satu istri dan empat orang anak yang semuanya sudah sukses berkarier,” ujar Zulham Akhmad Mubarrok, Kordinator Liason Officer Paslon SALAF, Minggu (13/10/2024).
Dalam postingan tersebut, Sanusi mengutip bahwa keluarga baginya adalah pondasi dasar kepemimpinan. Menurut Sanusi, guru dan kiainya dulu berpesan agar mengawali kepemimpinan dengan sukses membina istri dan anak-anak.
Maka, tulis Sanusi, dari ruang kepemimpinan terkecil itu akan tampak kualitas seorang imam dan pemimpin. “Habiskan akhir pekan dengan orang tercinta dan cintai mereka yang tulus berjuang bersamamu, tanpa kecuali,” kata Sanusi
Zulham menegaskan, selain berkampanye kepada masyarakat, tim SALAF juga mulai fokus menata jaringan pemilih yang berasal dari sanak family dan keluarga besar masing-masing pendukung.
Tujuannya, dengan menyebar dukungan diantara keluarga, maka ikatan emosional akan terjalin dengan baik. Apalagi, kata Zulham, Abah Sanusi juga kerap membawa serta sang istri Hj Anis Zaidah untuk mendampingi dalam setiap agenda kampanye.
“Romantisme Abah dan Umik kadang menjadi iri bagi tim yang menemani. Kemana-mana berdua itu indahnya pria yang setia pada satu istri, beda sama yang istrinya banyak,” ujar Anggota DPRD Kabupaten Malang itu.
Selain berpesan kebaikan, Sanusi juga menuliskan pesan yang berisi tren kata-kata hari ini.
“Terakhir pesan saya, tetaplah semangat walau tak punya penyemangat. Tetaplah berjuang walau tidak punya ayang. Jika ada salah kata mohon dibicarakan baik-baik, bukan malah pergi dan mencari yang lebih baik,” pungkas Sanusi. [yog/suf]






