Ponorogo (beritajatim.com) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) turun langsung memonitor penyaluran bantuan pangan pemerintah di Kabupaten Ponorogo. Peninjauan dilakukan untuk memastikan bantuan beras bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem tersalurkan sesuai sasaran. Program bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari penyaluran nasional yang menyasar 33,2 juta penerima. Di Ponorogo sendiri, realisasi penyaluran bantuan pangan telah mencapai sekitar 60 persen.
Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan pemerintah terus memantau proses distribusi bantuan pangan di berbagai daerah. Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga 4. Salah satu lokasi yang dipantau adalah Kelurahan Jingglong, Ponorogo. Di wilayah itu, sebanyak 107 penerima bantuan dikumpulkan di balai desa sebelum bantuan disalurkan oleh Bulog.
“Kami sedang memonitor penyaluran bantuan pangan yang diberikan pemerintah di seluruh Indonesia jumlahnya 33,2 juta. Ini adalah bantuan pangan gratis dari Presiden Prabowo untuk masyarakat miskin dan miskin ekstrem desil 1-4,” ungkap Andriko.
Andriko menjelaskan, bantuan pangan yang disalurkan kali ini berupa beras dengan total alokasi 3 bulan. Setiap keluarga penerima manfaat atau KPM mendapatkan bantuan sebanyak 30 kilogram beras. Bantuan tersebut merupakan alokasi untuk periode Juli hingga September 2026. Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui Perum Bulog di masing-masing daerah.
Untuk wilayah Jawa Timur, pemerintah menyiapkan alokasi bantuan pangan dalam jumlah besar. Andriko menyebut total beras yang dialokasikan mencapai sekitar 170 ribu ton. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 5,6 juta KPM di seluruh Jawa Timur. Hingga saat ini, realisasi penyalurannya telah mencapai 43 persen atau sekitar 745 ribu KPM.
“Per hari ini dari 30 kilogram itu sudah terealisasi 43 persen atau 745 ribu KPM di Jatim. Harapan Kepala Bapanas, ini harus dilakukan secepatnya,” katanya.
Bapanas mendorong agar proses penyaluran bantuan pangan bisa segera dituntaskan. Secara nasional, Bulog menargetkan distribusi dapat selesai paling lambat pada akhir September. Namun, penyaluran di Jawa Timur ditargetkan dapat rampung lebih cepat. Andriko menyebut penyelesaian distribusi di wilayah tersebut diharapkan selesai pada pertengahan September.
Khusus di Kabupaten Ponorogo, penyaluran bantuan pangan telah mencapai 60 persen. Masih terdapat sekitar 40 persen bantuan yang harus segera disalurkan kepada penerima. Andriko optimistis penyaluran di Ponorogo dapat segera dituntaskan. Pemantauan langsung dilakukan agar distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Di Ponorogo, sudah 60 persen, tinggal 40 persen bisa selesai,” ungkapnya.
Menurut Andriko, bantuan pangan gratis diberikan untuk membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Dengan adanya bantuan beras, penerima tidak perlu mengalokasikan seluruh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Anggaran rumah tangga yang sebelumnya digunakan membeli beras dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya. Program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat miskin dan miskin ekstrem dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Banpang ini tujuannya untuk meringankan beban masyarakat. Kalau diberi gratis otomatis pengeluaran rumah tangga yang seharusnya untuk beli makan, bisa dialihkan untuk keperluan yang lain,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bulog Ponorogo Budiwan Susanto mengatakan wilayah kerja Kantor Cabang Bulog Ponorogo mencakup tiga kabupaten. Total penerima bantuan pangan di Ponorogo, Pacitan dan Magetan mencapai sekitar 315 ribu KPM. Khusus Kabupaten Ponorogo, jumlah penerimanya mencapai 141.935 KPM. Penyaluran bantuan di Bumi Reog, telah dimulai sejak minggu lalu.
“Kancab Ponorogo total yang menerima 315 ribu KPM meliputi Ponorogo, Pacitan dan Magetan. Kabupaten Ponorogo total penerimanya 141.935 KPM,” ungkap Budiwan.
Menurut dia, realisasi penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Ponorogo saat ini telah mencapai 60 persen. Bulog terus mempercepat distribusi agar seluruh bantuan dapat diterima masyarakat sesuai target. Penyaluran diharapkan rampung pada pertengahan September. Dengan demikian, seluruh KPM dapat segera menerima haknya sebelum batas akhir penyaluran.
“Mulai minggu kemarin sudah disalurkan dan realisasinya 60 persen, harapan kami sesuai target di tanggal 15 September seluruhnya bisa terselesaikan,” pungkasnya. [end/aje]






