Banyuwangi (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencatat Kabupaten Banyuwangi menjadi wilayah dengan jumlah penumpang kereta api tertinggi selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyebut Banyuwangi menjadi tujuan favorit penumpang karena didukung potensi pariwisata yang kuat serta kemudahan akses transportasi kereta api.
“Kabupaten Banyuwangi dengan berbagai potensi pariwisatanya, membuat masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi untuk menuju Banyuwangi,” kata Cahyo, Rabu (7/1/2026).
Secara keseluruhan, KAI Daop 9 Jember melayani penumpang berangkat dan tiba selama masa angkutan Nataru mencapai sekitar 416 ribu orang. Dari jumlah tersebut, hampir separuh pergerakan penumpang terpusat di wilayah ujung timur Pulau Jawa tersebut.
“Tercatat sekitar 207 ribu penumpang atau 49 persen dari total kumulatif penumpang Nataru berangkat dan tiba di wilayah Kabupaten Banyuwangi,” jelasnya.
Berdasarkan data per stasiun, Stasiun Banyuwangi Kota tercatat sebagai stasiun tersibuk dengan jumlah penumpang naik dan turun mencapai sekitar 62 ribu orang. Selanjutnya disusul Stasiun Ketapang dengan 53 ribu penumpang, Stasiun Kalisetail sebanyak 39 ribu penumpang, serta Stasiun Rogojampi dengan 32 ribu penumpang.
“Stasiun Kalisetail yang tergolong stasiun kecil justru potensinya luar biasa. Bahkan penumpangnya mengungguli Stasiun Rogojampi,” ujar Cahyo.
Dari sisi layanan, kereta api yang paling banyak digunakan masyarakat selama periode Nataru adalah KA Sri Tanjung dan KA Probowangi. Kedua kereta api tersebut memiliki relasi awal dan akhir perjalanan di Banyuwangi. Sementara untuk kereta api jarak jauh komersial, KA Blambangan Ekspres dan KA Wijaya Kusuma menjadi favorit penumpang selama libur panjang.
Cahyo menjelaskan, tingginya jumlah penumpang di Banyuwangi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya jumlah stasiun aktif yang cukup banyak. Saat ini terdapat sekitar enam stasiun di wilayah Banyuwangi yang melayani naik dan turun penumpang.
Selain itu, jumlah perjalanan kereta api menuju Banyuwangi juga terus bertambah. Layanan yang tersedia antara lain KA Ijen Ekspres, perpanjangan relasi KA Blambangan Ekspres, KA Mutiara Timur reguler, serta KA Mutiara Timur tambahan yang beroperasi secara fakultatif selama masa angkutan Nataru.
“Total perjalanan KA selama Nataru ada 26 perjalanan, terdiri dari 24 reguler dan 2 KA tambahan. Khusus yang melayani Banyuwangi, ada sekitar 22 perjalanan,” paparnya.
Ia menambahkan, sekitar 80 persen perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember memiliki tujuan awal atau akhir di Banyuwangi, kecuali KA Ranggajati dan KA Pandalungan.
Melihat tingginya minat masyarakat, KAI Daop 9 Jember saat ini tengah mengkaji penambahan relasi serta perjalanan kereta api baru dari Banyuwangi ke sejumlah kota. Pertumbuhan jumlah penumpang selama Nataru tercatat mencapai 11 persen, sementara pertumbuhan kapasitas tempat duduk berada di kisaran 5 hingga 7 persen.
KAI juga telah melakukan penataan fasilitas di Stasiun Ketapang dan Stasiun Banyuwangi Kota, serta penataan Stasiun Kalisetail yang saat ini masih berlangsung.
“Artinya masih ada peluang pasar yang bisa kami tangkap untuk pengembangan layanan dari dan menuju Banyuwangi,” kata Cahyo.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan rasa syukur atas tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api menuju Banyuwangi selama libur Nataru.
“Akses transportasi yang semakin baik berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata dan pergerakan ekonomi daerah,” pungkas Ipuk. [alr/beq]






