Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tengah menyiapkan layanan konsultasi kesehatan online yang memungkinkan masyarakat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan selama 24 jam tanpa henti. Layanan tersebut dikembangkan bersama Noora Health dan akan terintegrasi dalam platform bernama Online Akses Solusi Indonesia Sehat dari Banyuwangi (Oasis Wangi).
Sebelumnya, Noora Health telah menjalankan Program Pendamping Perawatan (Care Companion Program/CCP) di Banyuwangi sejak 2025. Organisasi nonpemerintah internasional tersebut dikenal fokus pada penguatan sistem layanan kesehatan melalui pelatihan keterampilan kesehatan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Pengembangan platform Oasis Wangi dipaparkan oleh Executive Director of Product and Tech Noora Health Global, Anubhav Arora, kepada Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata, Jumat (20/6/2026).
Anubhav menjelaskan, melalui platform tersebut masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas mengenai berbagai persoalan kesehatan, mulai dari kesehatan ibu dan anak hingga penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Layanan telekonsultasi itu akan berbasis WhatsApp dan dapat diakses secara gratis tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.
“Pertanyaan warga seputar kesehatan yang dikirim melalui WhatsApp akan langsung direspons oleh nakes. Sehingga warga tidak perlu mengunduh aplikasi baru,” ujarnya.

Setiap pertanyaan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan dengan memberikan edukasi medis, saran tindakan preventif, panduan perawatan mandiri di rumah, hingga rekomendasi rujukan ke fasilitas kesehatan apabila diperlukan.
“Dengan konsultasi semacam ini, para nakes juga akan menyarankan apakah mereka cukup melakukan perawatan mandiri di rumah atau harus segera berobat ke puskesmas maupun rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang Anubhav.
Bupati Ipuk menyambut positif inovasi tersebut karena dinilai mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Banyuwangi. Menurutnya, layanan telekonsultasi dapat membantu warga memperoleh informasi dan penanganan kesehatan lebih awal sehingga risiko keterlambatan mendapatkan layanan medis dapat diminimalkan.
Ia berharap masyarakat memanfaatkan layanan tersebut sejak dini, tidak hanya ketika sakit, tetapi juga untuk berkonsultasi terkait kehamilan, kesehatan keluarga, maupun penanganan awal penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
“Langkah ini bisa menekan risiko penyakit sejak dini sehingga harapan kami akan membuat warga Banyuwangi semakin sehat dan usia harapan hidup bertambah. Apabila ada kegawatdaruratan juga bisa segera tertangani,” kata Ipuk.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengatakan pihaknya bersama Noora Health terus mematangkan persiapan layanan telekonsultasi tersebut. Salah satunya dengan memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan yang nantinya bertugas memberikan layanan kepada masyarakat.
“Para nakes telah mengikuti workshop terlebih dahulu untuk menjalankan sistem ini agar bisa memberikan layanan dan respons yang baik kepada warga,” ujar Amir.
Sebagai tahap awal, layanan Oasis Wangi akan diuji coba pada akhir Juni 2026 di tiga wilayah puskesmas, yakni Puskesmas Bajulmati, Puskesmas Mojopanggung, dan Puskesmas Kabat.
“Target kami akhir tahun atau awal tahun 2027 layanan ini sudah bisa menjangkau seluruh warga Banyuwangi,” pungkas Amir. [alr/but]






