Banyuwangi (beritajatim.com) – Tidak ada salahnya Banyuwangi meluncurkan gerakan Banyuwangi Rebound. Karena, saat ini sudah saatnya kabupaten di Ujung Timur Pulau Jawa itu untuk bangkit hadapi pandemi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut, daerahnya mulai menggeliat. Ekonomi warga perlahan mulai terangkat pasca pandemi ini. “Kita lihat saat ini banyak warung dan cafe baru bermunculan, toko-toko mulai menggeliat, ekonomi warga mulai meningkat,” kata Bupati Ipuk, Senin (10/1/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”ekonomi”]
Lebih dari itu, kata Ipuk, Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terserap cukup tinggi. Hal ini menandakan perputaran ekonomi warga berjalan dan melaju cukup cepat. “KUR hingga akhir tahun 2021 kemarin meningkat 200 persen. Pada tahun 2020 KUR kita hanya mencapai Rp 700 miliar, tapi pada 2021 itu melejit sampai Rp 2,1 triliun atau meningkat sekitar 200 persen,” katanya.
Begitu juga dengan kredit umum juga melejit sampai 10 persen. Nilai ini jauh di atas rata-rata kredit nasional. “Tahun 2020 nilai kredit umum kita sebesar Rp 13 Triliun, tahun 2021 menjadi Rp 14 Triliun,” ungkapnya.
Ipuk menyebut, dari data itu dapat digarisbawahi bahwasanya perekonomian Banyuwangi mulai bangkit. Ditambah, sektor ekonomi lainnya di Banyuwangi juga mulai tumbuh. “Ini bisa menjadi indikator bahwa perekonomian bangkit serta geliat ekonomi masyarakat mulai tumbuh,” pungkasnya. [rin/suf]






