Ringkasan Berita:
- Banyuwangi meraih tiga penghargaan dari Universitas Brawijaya dan BPJPH terkait pengembangan ekosistem halal.
- Penghargaan diberikan dalam Indonesia Halal Ecosystem Summit & Halal Metric Award di UB Malang.
- Banyuwangi dinilai berhasil mendorong sertifikasi halal UMKM hingga pengembangan infrastruktur halal.
- Pemkab Banyuwangi telah memfasilitasi lebih dari 22 ribu sertifikat halal untuk produk UMKM.
Banyuwangi (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya memberikan penghargaan kepada Banyuwangi sebagai daerah dengan perkembangan ekosistem halal yang dinilai sangat pesat.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hasan bersama Rektor Universitas Brawijaya Widodo dalam agenda Indonesia Halal Ecosystem Summit & Halal Metric Award di Kampus UB Malang, Selasa (5/5/2026).
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Banyuwangi dalam membangun ekosistem halal secara menyeluruh.
“Komitmen Banyuwangi dalam mengupayakan ekosistem mendapat apresiasi tinggi dari akademisi Universitas Brawijaya dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Dua hari lalu Banyuwangi diberikan penghargaan terkait mendukung menciptakan ekosistem dan industri halal di Indonesia,” kata Ipuk, Kamis (7/5/2026).
Dalam ajang tersebut, Banyuwangi meraih tiga penghargaan sekaligus, yakni penghargaan inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan publik dalam pengembangan ekosistem halal serta penghargaan pengembangan infrastruktur halal.
Universitas Brawijaya sendiri dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten mendorong pengembangan ekosistem halal di Indonesia. Salah satu akademisinya, Tri Susanto, disebut sebagai peneliti pertama yang mengkaji halal di Indonesia sejak 1988 dan menjadi pemantik lahirnya sertifikasi halal nasional.
Rektor UB, Prof. Widodo, menilai Banyuwangi memiliki potensi besar dalam pengembangan industri dan ekosistem halal karena didukung sektor UMKM hingga pariwisata yang terus berkembang.
“Banyuwangi itu komunitasnya banyak. Tidak hanya makanan tetapi juga ke tourism, pariwisatanya. Sehingga kita melihat progres Banyuwangi untuk menjadi kabupaten yang betul-betul mengembangkan ekosistem halalnya sangat bagus,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala BPJPH Haikal Hasan. Menurutnya, Banyuwangi dapat menjadi contoh daerah yang serius mendorong pengembangan industri halal.
“Saya pernah ke Banyuwangi, dan perkembangannya juga mantap menurut saya. UMKM-nya didorong mendapatkan sertifikat halal, rumah potong hewannya. Jadi Banyuwangi itu bisa jadi percontohan,” kata pria yang akrab disapa Babe Haikal tersebut.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah memfasilitasi penerbitan 22.091 sertifikat halal bagi produk UMKM. Selain itu, terdapat delapan rumah potong hewan dan empat rumah potong unggas di Banyuwangi yang telah mengantongi sertifikasi halal.
Ipuk menegaskan penghargaan tersebut akan menjadi motivasi bagi Banyuwangi untuk terus memperkuat pengembangan ekosistem halal secara inklusif dan berkelanjutan.
“Ini bukan hanya tentang sertifikasi, tetapi bagaimana kami membangun ekosistem yang menyeluruh, mulai dari UMKM, infrastruktur, hingga pariwisata halal yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Ipuk, kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat agar industri halal Banyuwangi semakin berkembang dan mampu meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat nasional.
“Harapannya, ini tidak hanya meningkatkan daya saing produk lokal, tetapi juga membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat serta menjadikan Banyuwangi sebagai rujukan pengembangan ekosistem halal di tingkat nasional,” pungkasnya. [alr/beq]






