Banyuwangi (beritajatim.com) – Kolaborasi masih menjadi kunci Pemkab Banyuwangi dalam membangun daerah. Bahkan baru-baru ini, Banyuwangi menandatangi kerjasama nota kesepahaman (MoU) dengan Indonesia Solid Waste Association (INSWA).
Hal ini sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam menangani sampah. Pasalnya selama ini masalah sampah di Banyuwangi belum sepenuhnya mendapat solusi.
“Ini adalah bagian ikhtiar untuk mendorong kemajuan Banyuwangi. Kami sadar bekerja sendiri tentu sangat berat, maka menjalin kolaborasi dengan banyak pihak menjadi pilihan yang tepat,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (21/12/2022).
Kerjasama dengan InSWA terkait tentang program pengelolaan sampah, melalui program Clean Ocean through Clean Communities (COCC). Program ini didanai Pemerintah Norwegia yang pelaksanaannya dilakukan oleh InSWA.
[berita-terkait number=”3″ tag=”sampah”]
“Dalam program ini kami akan menyusun masterplan persampahan Kabupaten Banyuwangi untuk 20 tahun ke depan,” kata Sekjen InSWA, M.S Oktamalandi.
Okta menyebut, saat ini masterplan persampahan tersebut sudah dalam proses pematangan, dan ditargetkan selesai Februari 2023. Masterplan ini diharapkan bisa menguatkan pengelolaan sampah di Banyuwangi.
“Dalam menyusun masterplan ini kami libatkan seluruh pemangku kepentingan mulai pemerintah hingga masyarakat. Karena pengelolaan persampahan bukan hanya urusan pemerintah, namun harus dilakukan secara kolektif oleh seluruh stakeholder,” ujar Okta. [rin/suf]






