Banyuwangi (beritajatim.com) – Sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional, Kabupaten Banyuwangi menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program ketahanan pangan.
Banyuwangi turut ambil bagian dalam Gerakan Menanam Padi Serentak di 14 provinsi yang dipusatkan di Kecamatan Pemulatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Jumat (25/4/2025). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo dan diikuti secara virtual oleh 150 kabupaten/kota penghasil padi, termasuk Kabupaten Banyuwangi.
Di Banyuwangi, penanaman serentak dilakukan di area persawahan seluas 2,5 hektare milik kelompok tani Sumbersari yang berada di Lingkungan Wonosari, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi. Varietas padi yang digunakan adalah Siliwangi. Penanaman ini dihadiri oleh Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) serta Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi.
“Banyuwangi mendukung program swasembada pangan nasional yang digagas oleh Presiden. Banyuwangi akan terus berupaya meningkatkan produktivitas padi daerah. Salah satunya dengan menambah luasan tanam padi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Menurut Ipuk, luas tanam padi di Banyuwangi sejak Januari hingga April 2025 telah mencapai 41.874 hektare. “Ini akan terus kami dorong hingga mencapai target 151.048 hektare di tahun ini, termasuk dengan memanfaatkan lahan non-sawah,” katanya.
Upaya yang dilakukan tidak hanya terbatas pada peningkatan luas tanam. Pemkab Banyuwangi juga memperketat izin pembangunan di atas lahan persawahan produktif. Selain itu, penggunaan pupuk alternatif seperti pupuk hayati dan POC (Pupuk Organik Cair) terus digencarkan, bersamaan dengan optimalisasi alat dan mesin pertanian.
“Total hingga 2024, pemkab sudah menyalurkan POC sebanyak 137.130 liter untuk lahan seluas 13.713 hektare. Selain itu, pemkab juga memberikan pendampingan intensif kepada para petani,” ujarnya.
Dengan berbagai program tersebut, ketersediaan beras di Banyuwangi tetap terjaga. Berdasarkan neraca ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok, di awal 2025, Banyuwangi mencatatkan surplus beras sebesar 27.037 ton.
Untuk menjaga kesinambungan produksi, Banyuwangi juga akan meningkatkan ketersediaan air baku dengan membangun embung atau tempat penampungan air. Beberapa embung yang sedang dalam proses pengajuan pembangunannya adalah embung Lider, Kerawang, dan Singolatri.
“Kami sudah mengajukan pembangunan tiga embung besar baru baik ke pemprov dan pusat. Ini melengkapi 337 bendungan daerah yang masih berfungsi dengan baik,” tambah Ipuk. [alr/suf]






