Blitar (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar mengakui hampir mayoritas sekolah di Bumi Penataran rusak dan perlu dilakukan perbaikan. Artinya ada ratusan sekolah di Kabupaten Blitar yang perlu dilakukan renovasi pada tahun 2024 ini.
Namun sayangnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar tidak bisa berbuat apa-apa. Dindik Kabupaten Blitar beralasan bahwa anggaran yang dimilikinya tidak cukup untuk melakukan perbaikan ratusan gedung sekolah yang rusak.
“Banyak yang rusak karena mayoritas sekolah yang ada di Blitar ini kan bangunan lama jadi perlu perbaikan, tapi kan tidak ada dana,” kata Adi Andaka, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Sabtu (04/05/24).
Adi Andaka menjelaskan bahwa anggaran sarana prasarana dari APBD dan DAK yang diterima Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar cukup kecil yakni sekitar Rp 15 miliar. Menurutnya dana sebesar tersebut tidak cukup untuk meng-cover kebutuhan sarpras di 634 SD dan 49 SMP.
Selain itu, menurutnya jumlah itu jauh lebih kecil jika dibandingkan kota/kabupaten sekitar. Sehingga dengan kondisi itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi banyaknya sekolah yang rusak.
“Jadi gini ya ketika saya masuk ke dinas pendidikan itu saya lihat DAKnya hanya 7-8 miliar rupiah jauh kecil jika dibandingkan wilayah sekitar yang sampai 20 hingga 35 miliar,” tegasnya.
Dengan keadaan tersebut maka kegiatan pembelajaran siswa tentu terganggu. Namun Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar memastikan pembelajaran bagi siswa utamanya yang di pelosok dan pesisir tetap berjalan.
“Yang penting gini pendidikan harus berjalan apa lagi yang di pesisir atau pelosok harus tetap berdiri sekolah itu, pemerintah harus hadir bagaimanapun kondisinya,” imbuhnya.
Kondisi ini sebenarnya tidak hanya terjadi pada tahun 2024 ini saja. Pada tahun 2023 lalu, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar juga sudah mengeluhkan sulitnya melakukan renovasi bangunan sekolah yang rusak akibat keterbatasan dana.
Prioritas renovasi pun kini diterapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Hal itu dilakukan agar sekolah yang kondisinya rusak berat bisa segera diperbaiki. “Kalau sekolah yang kami perbaiki sarana dan prasarananya ada kurang lebih 100 titik sekolah. Tapi yang utama hanya ada beberapa, seperti SMP 3 Nglegok dan beberapa SD dan TK,” ungkapnya. (owi/kun)






