Sidoarjo (beritajatim.com) – Banyaknya PR/Pekerjaan Rumah bagi kemajuan pembangunan Kabupaten Sidoarjo masih begitu banyak, Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mempertimbangkan, Pemkab Sidoarjo tidak mengambil kebijakan pemberlakuan WFH (Work From Home) seperti dalam SE/Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri/Kemendagri tentang penyesuaian sistem kerja ASN Kemendagri selama arus balik idul fitri 1443 H.
Dalam SE tersebut pemerintah pusat menetapkan pemberlakukan sistem WFO (Work From Office) 50 persen dan WFH 50 persen bagi instansi pemerintah. Pemberlakukan sistem kerja itu dimulai tanggal 9 Mei sampai tanggal 13 Mei mendatang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-sidoarjo”]
“Di hari yang cukup cerah ini kami sangat berbangga bahwa kalau di daerah lain 9 Mei WFH, Pemkab Sidoarjo tetap melayani tatap muka,” ucapnya usai menggelar apel ASN di hari pertama masuk kerja usai libur Idulfitri 2022 di Alun-alun Sidoarjo Senin (9/5/2022).
Gus Muhdlor mengungkapkan perkembangan pembangunan Kabupaten Sidoarjo saat ini sedikit membuatnya bangga. Pasalnya beberapa pembangunan yang dimimpi-mimpikan masyarakat Sidoarjo tengah terwujud.
Salah satunya pembangunan RSUD Sidoarjo Barat di Kecamatan Krian. Ada pula pembangunan Frontage Road Waru-Buduran yang terwujud di masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati H. Subandi SH. Menurut Gus Muhdlor, itu semua bukan hanya prestasi dirinya, tetapi prestasi seluruh ASN Sidoarjo.
Pada perjalanan 14 bulan belakangan, sudah banyak sejarah yang sudah ditorehkan, kalau rumah sakit Sidoarjo Barat dicita-citakan 2016-2017, terkabulnya tahun 2021. Ada juga Frontage Road Waru – Buduran yang ditahun 2013 di cita-citakan, mulai terwujudnya ditahun 2021.
“Termasuk juga Flyover Krian yang di cita-citakan 26 tahun lalu, mulai ada titik terangnya di tahun 2021, ada juga pembangunan Flyover Aloha Gedangan yang di cita-citakan sekian tahun yang lalu juga ada titik terangnya di tahun 2021,” ujarnya.
Masih kata alumnus Unair Surabaya itu, mengatakan momentum Idulfitri tidak hanya sekedar dimaknai dengan memakai pakaian baru, namun lebih dari itu, semangat kerja harus benar-benar baru. Mentalitas kinerja ASN Sidoarjo harus berubah demi perubahan pembangunan kearah yang lebih baik. “Mentalitas kinerja seluruh ASN Sidoarjo juga harus baru, seluruh ASN Sidoarjo harus berani mengambil kebijakan,” pintanya.
Gus Muhdlor melihat selama ini keputusan pengambilan kebijakan program pembangunan sedikit terlambat dilakukan. Dibuktikan dengan sekian banyaknya rapat pembahasan kebijakan program pembangunan.
Hal seperti itu, sambunganya, sebagai cerminan ketakutan dalam mengambil suatu kebijakan. Hal seperti itu dimintanya untuk dikikis, agar pembangunan dapat cepat dinikmati masyarakat.
“Ada sekian rapat yang pembahasannya menindaklanjuti rapat sebelumnya, rapat keempat menindaklanjuti rapat ketiga sampai sepuluh. Ini harus kita kikis, saya yakin rapat segitu banyak adalah satu cerminan yang kurang responsif dan harus diperbaiki,” jelas putra KH Agoes Ali Masyhuri Bumi Shalawat itu.
Di depan ratusan PNS, Gus Muhdlor memohon maaf lahir dan batin bila selama 14 bulan memimpin ada salah yang tidak disengaja. “Mohon maaf sebesar-besarnya pada perjalanan 14 bulan ini kalau ada salah dari kami baik secara pribadi maupun secara organisasi, sekali lagi kami mohon maaf sebesar-besarnya, minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin, taqabbalallahu minna wa minkum ya karim,” papar Gus Muhdlor. (isa/kun)







