Blitar (beritajatim.com) – 2 Bulan berlalu, korban ledakan petasan di dusun Tegalrejo Sadeng desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar menanti bantuan yang dijanjikan oleh Pemkab Blitar dan Pemprov Jatim. Namun sayangnya, bantuan itu hingga kini belum kunjung turun.
Padahal hingga saat ini masih ada 2 rumah warga yang mengalami kerusakan berat dan belum diperbaiki. Kondisi 2 bangunan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah dan harus dibangun ulang sebelum bisa dihuni kembali.
Sang pemilik yang juga menjadi korban ledakan petasan di dusun Tegalrejo Sadeng desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar mengaku tidak memiliki dana yang cukup untuk membangun kembali rumahnya yang hancur. Selama ini sang pemilik masih menumpang di rumah kerabat.
“Ada dua rumah yang hingga saat ini belum dibangun karena kondisinya memang rusak berat satu itu rumahnya kakak saya yang berada di timur lokasi itu harus dibangun ulang tapi karena uangnya tidak mencukupi jadi belum bisa,” kata Tri Wahyudi, salah satu korban ledakan petasan di desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, Minggu (30/04/23).

Ledakan bahan petasan di dusun Tegalrejo Sadeng desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar yang terjadi pada Minggu (19/02/23) lalu merusak 32 rumah warga serta 2 Musala. Sebanyak 22 rumah warga yang rusak masuk dalam kategori ringan sementara delapan lainnya masuk dalam kategori mengalami kerusakan sedang.
Puluhan rumah yang rusak ringan kini telah dilakukan perbaikan dengan menggunakan dana hasil donasi warga. Sejumlah masyarakat dari berbagai daerah memang banyak yang mengirimkan bantuan berupa uang maupun meterial bahan bangunan untuk digunakan perbaikan rumah para korban ledakan petasan.
Namun khusus yang kondisinya rusak berat belum bisa dilakukan perbaikan, lantaran biaya yang dikeluarkan untuk renovasi cukup banyak. Sementara uang donasi dari masyarakat tidak mencukupi untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan cukup berat.
“Diperbaiki menggunakan bantuan masyarakat ada yang numpang uang ada yang numpang material bangunan kayak gitu tapi kalau yang berat belum bisa,” tegasnya.
BACA JUGA:
Pemprov Jatim Tanggung Rekontruksi Rumah Terdampak Ledakan Petasan Blitar
Pemkab Blitar Tidak Punya Anggaran Perbaikan Rumah Akibat Ledakan Petasan
Sebelumnya Bupati Blitar Rini Syarifah dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga telah meninjau lokasi ledakan bahan petasan di desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Dalam kunjungannya tersebut Khofifah Indar Parawansa meminta pihak Pemerintah Kabupaten Blitar segera mengeluarkan surat keputusan mengenai bencana sosial terkait ledakan bahan petasan yang terjadi.
Hal itu dilakukan agar pemerintah Kabupaten Blitar bisa mengintervensi proses penyaluran bantuan untuk perbaikan rumah maupun fasilitas umum di sekitar lokasi ledakan bahan petasan. Namun setelah 2 bulan berlalu para korban ledakan bahan petasan belum menerima bantuan dana perbaikan dari Pemkab Blitar dan Pemprov Jatim.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Adi Andaka, mengatakan belum menerima informasi apapun terkait dana perbaikan bagi korban ledakan di Dusun Tegalrejo Sadeng Desa karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Hal itu diungkapkan oleh Adi Andaka sebelum dirinya dimutasi oleh Bupati Blitar ke Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.
“Sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Blitar masih menunggu dana stimulan perbaikan rumah bagi korban ledakan di kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar,” kata Adi Andaka. [owi/but]






