Malang(beritajatim.com) – Polri beberapa waktu lalu mengumumkan 46 botol yang diduga berisi minuman keras oplosan saat olah TKP di Stadion Kanjuruhan, Malang. Puluhan botol itu ditemukan di sebuah kardus dalam olah TKP Tragedi Kanjuruhan.
Kadispora Kabupaten Malang Nazaruddin Hasan membantah bahwa cairan itu adalah miras oplosan. Dia mengungkapan puluhan botol itu berisi obat hewan untuk PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Dia menganggap klarifikasi ini perlu dilakukan untuk menghindari persepsi yang salah ke publik.
Apalagi botol itu ditemukan di meja resepsionis Kantor Dispora Kabupaten Malang yang berada di Stadion Kanjuruhan. “Usai kejadian itu (tragedi Kanjuruhan) ada pemeriksaan dari Polisi, nah ditemukan botol itu. Obat ini memang ada di kantor kami, karena karya pemuda pelopor binaan Dispora Kabupaten Malang,” kata Nazar, Rabu (12/10/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
Dia sebelumnya merasa kaget ketika melihat foto di media sosial dan medi massa yang diklaim sebagai botol miras oplosan. Padahal botol itu berisi obat PMK karya Pemuda Pelopor binaan Dispora. Untuk alasan mengapa ditaruh di meja resepsionis, karena pegawai Dispora belum sempat memindahkan ke kantor di lantai 2. Hingga di luar dugaan terjadi Tragedi Kanjuruhan.
“Karena ada kesibukan persiapan Paskibra, botol obat itu berada di tempat tersebut. Belum dinaikan ke lantai dua. Hingga berlangsungnya pertandingan Arema. Kalau saya hanya mengklarifikasi foto atau video itu (Temuan botol di Kantor Dispora). Kalau untuk yang lainnya, saya tidak menanggapi,” tandasnya. [luc/suf]






