Tangerang (beritajatim.com) – Ancaman timbunan sampah plastik yang tidak dikelola dengan bijak menjadi fokus utama untuk ditempuh solusi yang berkelanjutan.
United Nations Environment Programme (UNEP) memperkirakan volume sampah plastik yang mencapai lautan akan meningkat tiga kali lipat dalam 20 tahun mendatang.
Artinya, diperkirakan sebanyak 23 hingga 37 juta metrik ton plastik akan mencemari laut setiap tahunnya pada tahun 2040.
Upaya kunci dalam menanggulangi ancaman sampah plastik adalah melalui komitmen kolektif dengan pendekatan keberlanjutan. Diperlukan kerjasama aktif dari masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan mekanisme pengelolaan sampah, khususnya plastik. Selain itu, infrastruktur yang tepat juga menjadi bagian penting untuk memproses sampah lebih lanjut.
Dalam kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah secara kolektif, Amartha dan Unilever Indonesia bekerja sama dalam rangka mencapai dampak ekonomi dan perlindungan lingkungan yang lebih baik.
Melalui program Amartha Lestari, Amartha berkomitmen mencapai keseimbangan pertumbuhan bisnis jangka panjang dengan dukungan terhadap pelestarian lingkungan.
Katrina Inandia, Head of Sustainability and Impact Amartha, menyatakan kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bank sampah., “Masyarakat dapat menghasilkan pendapatan tambahan dari daur ulang sampah plastik.”kata Katrina dalam keterangan tertulis, Selasa (27/2/2024).
Program ini pertama kali diimplementasikan di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, melibatkan mitra usaha kecil dan mikro Amartha. Teluknaga dipilih karena menghadapi masalah serius terkait sampah, dengan salah satu pantainya dikenal sebagai “Pantai Sampah.”
Kolaborasi dimulai dengan sosialisasi kepada masyarakat dan pembentukan bank sampah perempuan mikro. Targetnya adalah memiliki 25 bank sampah beroperasi di Teluknaga pada akhir tahun.
Harapannya, kolaborasi ini akan menciptakan dampak berkelanjutan dari segi sosial, lingkungan, dan ekonomi. Program bank sampah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah plastik, meningkatkan pendapatan keluarga, dan berkontribusi pada pembangunan lingkungan yang lebih lestari.
Maya Tamimi, Head of Sustainable Environment Unilever Indonesia Foundation, menyambut baik kolaborasi ini dan menyatakan bahwa bank sampah memiliki manfaat besar bagi masyarakat dalam aspek lingkungan, kesehatan, dan ekonomi. Unilever Indonesia sendiri telah membina 4.000 bank sampah di berbagai wilayah di Indonesia.
Upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan akar rumput menjadi fokus utama strategi bisnis berkelanjutan Amartha. Amartha telah menyalurkan modal kerja kepada lebih dari 70 ribu usaha kecil-mikro di Provinsi Banten, meningkatkan pendapatan mitra bisnis secara progresif, dan membantu 40.000 mitra naik kelas.
Amartha juga telah menjalankan program daur ulang sampah di kantor pusat sejak 2022, berhasil mengumpulkan dan mendaur ulang ribuan kilogram sampah. Pada 2024, Amartha menargetkan 50% sampah sudah didaur ulang di kantor pusat. Ini menjadi bagian dari misi keberlanjutan Amartha untuk tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat akar rumput, tetapi juga mendorong keberlanjutan bisnis secara keseluruhan.
Katrina Inandia menyimpulkan waste management bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga tugas setiap individu.
“Oleh karena itu, sinergi antara perusahaan dan masyarakat diperlukan sebagai upaya bersama dalam melestarikan lingkungan.Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata menuju lingkungan yang lebih lestari dan masyarakat yang lebih berdaya,” pungkasnya. (ted)






