Mojokerto (beritajatim.com) – Desa Sukoanyar di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto kini memiliki harapan baru dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Harapan itu diwujudkan dalam bentuk nyata melalui peresmian Bank Sampah “K’ Anyar Elok”, Sabtu (28/6/2025).
Sebuah inisiatif kolaboratif antara Pemerintah Desa Sukoanyar dan PT Mekabox Internasional, anak perusahaan dari SPS Corporate. Peresmian ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam memperingati 30 tahun perjalanan SPS Corporate sebagai perusahaan yang tak hanya fokus pada bisnis.
Tetapi juga memiliki kepedulian mendalam terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. Acara peresmian yang digelar sederhana namun penuh makna ini dihadiri langsung oleh HR GA Manager PT Mekabox Internasional, Djarot Hendro, Kepala Desa (Kades) Sukoanyar Prianto.
Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, jajaran pengurus Bank Sampah Umum (BSU), serta warga sekitar. Di balik prosesi simbolik pemotongan pita dan pengguntingan tali tirai papan nama, tersimpan semangat besar untuk menanamkan kesadaran.
Bahwa perubahan lingkungan tidak harus selalu dimulai dari hal besar tapi bisa dimulai dari gerakan kecil di tengah komunitas. Dalam sambutannya, Manager PT Mekabox Internasional, Djarot Hendro menekankan pentingnya memulai gerakan pengelolaan sampah dari level paling dasar, yakni rumah tangga dan komunitas desa.
“Selama ini masyarakat kerap kali menunggu inisiatif dari atas, padahal justru perubahan yang paling nyata dan berkelanjutan bisa lahir dari bawah. Kita semua berkumpul hari ini untuk memulai langkah yang selama ini mungkin terlupakan. Tidak ada kata terlambat. Dari langkah kecil ini, kita bisa memulai perubahan,” ungkapnya.
Pihaknya mengajak untuk mengedukasi generasi muda agar lebih sadar terhadap pengelolaan sampah sejak dini. Hendro juga menyampaikan bahwa kehadiran bank sampah tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai tempat menampung dan memilah sampah bernilai ekonomis, tetapi juga dirancang sebagai pusat edukasi dan pelatihan.
Yakni bagi warga, sekolah, dan komunitas sekitar. Ia menyebut peran aktif semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga pendidikan, sangat penting untuk memastikan program ini tidak hanya hidup sesaat, melainkan bisa berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kedes Sukoanyar, Prianto tak menutupi rasa keprihatinannya terhadap kondisi sampah di wilayahnya. Masih banyak warga yang belum terbiasa membuang sampah pada tempatnya, terutama di area jembatan dan bantaran sungai. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya soal teknis pengelolaan, tetapi membangun budaya sadar lingkungan di tengah masyarakat.
“Kita tidak bisa tutup mata, di sekitar jembatan dan bantaran sungai kita masih sering lihat tumpukan sampah liar. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga soal kesadaran. Melalui bank sampah ini, saya berharap bisa menjadi awal dari perubahan, dari budaya buang sampah sembarangan menjadi budaya kelola sampah dengan bertanggung jawab,” tegasnya.
Prianto juga memberikan apresiasi tinggi terhadap peran PT Mekabox Internasional yang telah ikut ambil bagian aktif dalam mendukung program pembangunan desa. Menurutnya, bentuk kepedulian dunia usaha terhadap lingkungan seperti ini sangat relevan dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang kini sedang digalakkan oleh pemerintah.
“Kami berharap kolaborasi lintas sektor seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mulai bergerak bersama dalam menyelesaikan persoalan lingkungan secara gotong royong. Bank Sampah “K’ Anyar Elok” sendiri dirancang tidak hanya sebagai tempat transaksi sampah rumah tangga, melainkan sebagai sarana belajar bersama,” ujarnya.
Nantinya akan ada pelatihan pemilahan sampah, workshop daur ulang, serta kegiatan kreatif untuk generasi muda agar sejak dini terbiasa melihat sampah bukan sebagai limbah, tetapi sebagai sumber daya yang masih bisa dimanfaatkan. Program ini juga diharapkan dapat menambah nilai ekonomi bagi warga, terutama ibu rumah tangga.
Ibu rumah tangga bisa mengumpulkan sampah terpilah dan menukarkannya dengan tabungan maupun barang kebutuhan pokok. Langkah ini tak hanya menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Mekabox Internasional, tetapi juga mencerminkan komitmen SPS Corporate yang kini memasuki usia tiga dekade untuk terus tumbuh bersama masyarakat.
Dengan semangat kolaboratif yang kuat, “K’ Anyar Elok” bukan sekadar nama, tapi harapan nyata agar lingkungan desa menjadi lebih baru, lebih indah, dan lebih sehat. Bila dikelola dengan konsisten, program tersebut berpotensi menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang inspiratif dan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Mojokerto bahkan Jawa Timur. [tin/kun]






