Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka mengoptimalkan transformasi digital serta memperkuat sinergi antaranggota Kelompok Usaha Bank (KUB), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi mengesahkan Rencana Strategis Teknologi Informasi (RSTI) Tahun 2026–2029.
Pengesahan RSTI tersebut ditandai dengan penandatanganan yang berlangsung di Hotel Grand Mercure Mirama Malang, Kamis (15/1/2026). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur IT, Digital, dan Operasional Bank Jatim, Wiweko Probojakti, bersama perwakilan lima bank anggota KUB.
Kelima perwakilan bank anggota KUB tersebut yakni Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank NTB Syariah Ferry Ardiansyah, Direktur Umum dan SDM Bank NTT Rahmat Saleh, Direktur Operasional Bank Banten Rodi Judo Dahono, Direktur Pemasaran Bank Sultra Ronald Siahaan, serta VP Teknologi Informasi Bank Lampung M Suryo Pranoto.
Wiweko menjelaskan, pengesahan RSTI ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antarbank pembangunan daerah guna meningkatkan kapabilitas teknologi informasi secara kolektif.
“Fokus utama sinergi dalam bidang TI yang kami lakukan ini adalah penguatan keamanan informasi, efisiensi operasional, dan integrasi layanan digital. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan standar bersama, meningkatkan keandalan infrastruktur, serta memperluas kemampuan inovasi antar bank anggota KUB,” paparnya.
Menurut Wiweko, terdapat sejumlah lapisan kolaborasi yang perlu terus diperkuat oleh Bank Jatim bersama bank anggota KUB. Di antaranya tata kelola, infrastruktur teknologi, pengelolaan data dan layanan digital, hingga peningkatan kompetensi serta kapasitas sumber daya manusia secara terarah dan berkelanjutan.
Dengan penguatan tersebut, ia optimistis seluruh rencana strategis di bidang teknologi informasi dapat dijalankan dan dicapai sesuai target yang telah ditetapkan.
“Selain itu, dengan adanya penguatan infrastruktur teknologi informasi dan kualitas SDM, kami sangat optimis BPD dapat mengembangkan bisnis secara prudent. Sesuai komitmen kami, Bank Jatim siap berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan anggota KUB dalam melakukan berbagai langkah strategis di bidang TI agar kita semua bisa tumbuh, berkembang, dan besar bersama,” terangnya.
Di lini digital banking, Bank Jatim mencatatkan kinerja yang terus bertumbuh positif. Hingga November 2025, jumlah pengguna JConnect Mobile tercatat mencapai 973.244 user atau tumbuh 20,14 persen secara tahunan (year on year/YoY). Sementara nominal transaksi JConnect Mobile mencapai Rp58,36 triliun, meningkat 22,12 persen (YoY).
Selain itu, layanan JConnect QRIS BJTM juga menunjukkan kinerja impresif. Jumlah penggunanya telah mencapai 201.796 user atau naik 18,39 persen (YoY), dengan nominal transaksi sebesar Rp3,49 triliun atau tumbuh 28,09 persen (YoY).
“Di era sekarang, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Bank Jatim bersama seluruh bank anggota KUB harus siap menghadapi tantangan industri perbankan modern dengan memperkuat lini teknologi informasinya,” tutup Wiweko. [rea/beq]






