Ringkasan Berita:
- Bank Jatim berpartisipasi dalam Business Deals Ceremony Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 melalui kerja sama transaksi SiPA IDR senilai Rp450 miliar.
- Kerja sama tersebut melibatkan BSI senilai Rp300 miliar, OCBC Syariah Rp50 miliar, dan CIMB Niaga Syariah Rp100 miliar.
- Penandatanganan dihadiri Direktur Keuangan dan Tresuri Bank Jatim RM Wahyukusumo Wisnubroto pada Jumat (16/10/2026).
- Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat sinergi perbankan syariah dan mengoptimalkan pengelolaan likuiditas sesuai prinsip syariah.
Jakarta (beritajatim.com) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim menjalin kerja sama transaksi Sertifikat Pengelolaan Dana berdasarkan Prinsip Syariah (SiPA) IDR senilai Rp450 miliar dengan tiga perbankan dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarlembaga keuangan syariah sekaligus mengoptimalkan pengelolaan likuiditas berdasarkan prinsip syariah.
Penandatanganan kerja sama berlangsung dalam Business Deals Ceremony ISEF 2026 dan dihadiri Direktur Keuangan dan Tresuri Bank Jatim RM Wahyukusumo Wisnubroto pada Jumat (16/10/2026).
Dalam kerja sama tersebut, Bank Jatim mencatatkan transaksi SiPA IDR dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) senilai Rp300 miliar. Sementara itu, transaksi dengan PT Bank OCBC NISP Tbk melalui Unit Usaha Syariah atau OCBC Syariah mencapai Rp50 miliar, sedangkan dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk melalui Unit Usaha Syariah atau CIMB Niaga Syariah sebesar Rp100 miliar.
Total nilai ketiga transaksi tersebut mencapai Rp450 miliar. Kolaborasi ini diharapkan memperluas kerja sama Bank Jatim dengan industri perbankan syariah serta mendukung pengelolaan dana yang sesuai dengan prinsip syariah.
Wahyukusumo menyampaikan, partisipasi Bank Jatim dalam ISEF 2026 merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap penguatan industri keuangan syariah di Indonesia. Menurutnya, kerja sama lintas lembaga keuangan menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan instrumen keuangan syariah sekaligus menjaga pengelolaan likuiditas perusahaan secara hati-hati dan berkelanjutan.
“Partisipasi Bank Jatim dalam Business Deals Ceremony ISEF 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dengan perbankan syariah. Melalui transaksi SiPA IDR ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan instrumen dan ekosistem keuangan syariah nasional, sekaligus memperkuat optimalisasi pengelolaan likuiditas Bank Jatim secara prudent dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kerja sama dengan BSI, OCBC Syariah, dan CIMB Niaga Syariah juga mencerminkan upaya Bank Jatim membangun kolaborasi lintas lembaga keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi syariah. Bank Jatim melihat perkembangan ekonomi syariah sebagai peluang untuk memperluas produk, layanan, serta kemitraan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan dunia usaha.
Melalui partisipasinya dalam ISEF 2026, Bank Jatim juga berupaya memperkuat posisinya sebagai regional champion. Selain mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, perusahaan berupaya mengambil bagian dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat nasional.
Ke depan, Bank Jatim menyatakan akan terus mendorong inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri perbankan syariah. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terbentuknya ekosistem keuangan yang semakin inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. [rea/beq]






