Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) meraih apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas kontribusinya dalam mendukung layanan pembayaran non tunai pada sistem E-Ticketing bus Trans Jatim melalui QRIS. Penghargaan tersebut diberikan pada Senin (26/5/2025) di Terminal Mojosari Mojokerto, bersamaan dengan peresmian operasional Bus Trans Jatim Koridor VI (Mojokerto–Sidoarjo).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Jatim Dr. Nyono kepada Direktur Bisnis Mikro, Ritel & Usaha Syariah Bank Jatim, R. Arief Wicaksono. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Mojokerto Al-Barra.
Arief menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan, dan menegaskan komitmen Bank Jatim dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui layanan pembayaran digital. “Kami memang telah bekerja sama dengan Dishub Jatim untuk memberikan support alat pembayaran secara non tunai, yaitu QRIS Bank Jatim. Praktis, tinggal buka mobile banking dan scan barcode QRIS. Jadi masyarakat yang ingin menggunakan transportasi bus Trans Jatim sudah tidak perlu repot lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan Bank Indonesia, serta bertujuan memudahkan penumpang maupun operator bus. Menurutnya, Trans Jatim telah memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau. Hal ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas dan menurunkan potensi kecelakaan.
“Kami berkomitmen akan terus mengembangkan pembayaran digital demi mendukung percepatan digitalisasi. Semoga lewat kegiatan ini Bank Jatim dapat terus menjadi mitra kerja yang baik bagi Pemprov Jawa Timur serta semua produk dan layanannya dapat bermanfaat bagi seluruh nasabah,” imbuh Arief.
Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya layanan transportasi yang terintegrasi, terutama bagi para pekerja di kawasan industri. “Transportasi memiliki peran yang sangat vital dalam pembangunan sebuah daerah. Inilah jawabannya, mudah-mudahan memberi manfaat yang besar bagi masyarakat,” ucapnya.
Bus Trans Jatim Koridor VI akan dioperasikan oleh PT Bagong Dekaka Makmur dengan total 16 armada, terdiri dari 7 bus dari Mojokerto, 7 dari Porong, dan 2 bus cadangan. Koridor ini memiliki 65 titik halte, jarak tempuh sekitar 45 km, dan waktu perjalanan sekitar 45 menit. Frekuensi keberangkatan antarbus berkisar 10–15 menit saat jam sibuk dan 25–30 menit saat jam lengang.
Penambahan koridor baru ini merupakan bagian dari program “Jatim Akses” yang termaktub dalam Nawa Bhakti Satya. Pemerintah Provinsi optimistis koridor VI akan meningkatkan produktivitas, memperluas akses masyarakat terhadap layanan publik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Gerbangkertasusila, khususnya Mojokerto.
Sebelumnya, lima koridor Trans Jatim yang telah beroperasi yaitu: koridor I (Sidoarjo–Surabaya–Gresik), koridor II (Mojokerto–Surabaya), koridor III (Mojokerto–Gresik), koridor IV (Gresik–Lamongan), dan koridor V (Surabaya–Bangkalan). Sepanjang tahun 2024, kelima koridor tersebut telah melayani lebih dari 4,7 juta penumpang. [rea/beq]






