Ngawi (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur semalaman menyebabkan Sungai Bengawan Madiun meluap, merendam lahan pertanian serta jalan di sejumlah desa di Kabupaten Ngawi. Warga pun terpaksa bertahan di rumah akibat genangan air yang terus meningkat.
Pada Sabtu (1/3/2025) pagi, kondisi jalan di Desa Sumengko, Kecamatan Kwadungan, terlihat terendam banjir. Jalan alternatif penghubung Kabupaten Ngawi dengan Madiun itu digenangi air luapan dari Sungai Bengawan Madiun. Sejumlah pengendara tampak nekat menerobos derasnya arus banjir yang menutupi akses jalan.
Tak hanya itu, banjir dengan ketinggian mencapai 50 cm juga menggenangi permukiman warga dan lahan pertanian. Para petani khawatir tanaman padi yang siap panen akan mengalami kerusakan akibat terendam air dalam waktu lama.
Situasi serupa terjadi di Desa Pleset, Kecamatan Pangkur, di mana air setinggi 30 cm menggenangi jalan dan rumah warga. Aktivitas masyarakat lumpuh, dan mereka semakin khawatir dengan kemungkinan banjir yang lebih besar, mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah Ponorogo dan Madiun.
Siti Heni, seorang warga terdampak, mengungkapkan kondisi yang dialaminya, “Semalam hujan deras, paginya banjir menggenangi permukiman dan jalan. Warga tidak bisa ke mana-mana, banjir dari luapan Sungai Bengawan Madiun.”
Senada dengan itu, Teguh Waluyo, warga lainnya, menyatakan bahwa meski air belum masuk ke dalam rumah, lahan pertanian mereka terancam rusak. “Merendam jalan dan permukiman, tidak sampai masuk rumah. Lahan pertanian padi terancam rusak, hingga kini ketinggian air masih naik.”
Dengan kondisi air yang terus meningkat, warga memilih bertahan di rumah sambil menyelamatkan barang-barang berharga dari kemungkinan banjir yang lebih parah. [fiq/beq]






