Lumajang (beritajatim.com) – Banjir lahar hujan Gunung Semeru yang melanda kawasan Sungai Regoyo kembali mengisolasi warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Kondisi itu menyebabkan warga kategori kurang mampu yang ikut terisolir kesulitan untuk mengambil bantuan pangan yang disediakan pemerintah.
Sebagai informasi, Dusun Sumberlangsep menjadi salah satu kawasan di seberang sungai yang dilewati langsung oleh lahar Gunung Semeru. Total ada 474 warga mulai anak-anak hingga orang dewasa yang bermukim di wilayah tersebut.
Menurut Bupati Lumajang Indah Amperawati, secara keseluruhan ada sekitar 140 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Dusun Sumberlangsep.
Menurutnya, Pemkab Lumajang memang menyediakan bantuan pangan berupa beras sebanyak 20 kilogram untuk setiap satu KK.
Namun, yang berhak mendapatkan bantuan pangan tersebut hanya sebanyak 12 KK karena masuk kategori keluarga kurang mampu.
Hanya saja, akibat banjir lahar yang melanda kawasan itu, jembatan limpas sebagai akses utama warga diakui tertutup dan membuat bantuan belum bisa diambil.
“Jadi ini memang karena kondisi jembatan limpasnya banjir maka keluarga tidak bisa mengambil berasnya,” terang Indah Amperawati saat dikonfirmasi, Rabu (30/7/2025).
Sebagai penanganan darurat bagi warga yang belum bisa mendapat bantuan beras, Pemkab Lumajang memastikan bakal menyalurkan langsung bantuan tersebut besok, Kamis (31/7/2025) pagi.
Selain menyalurkan bantuan berupa beras yang terhambat, Pemerintah juga bakal memberikan sebanyak 127 bantuan paket sembako bagi warga yang terisolir.
“Ini yang tidak dapat beras 20 kilogram besok akan diberikan sembako juga sekitar pukul 08.00 WIB menunggu air agak mereda baru didatangkan,” tambahnya.
Upaya koordinasi dengan Pemprov Jatim diakui masih dilakukan agar permasalahan yang terjadi segera ada penanganan.
“Tentu ini kami harus lapor dulu terkait ini, karena jembatan limpas adalah aset Pemprov. Jadi kami harap segera ada normalisasi, karena jembatan limpas ini sudah tertutup timbunan material akibat lahar Semeru,” ungkapnya. (has/ian)






