Jember (beritajatim.com) – Banjir dan tanah longsor terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (2/3/2023) kemarin. Bencana ini melanda Kecamatan Silo, Arjasa, Kaliwates, dan Patrang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat, tanah longsor terjadi pada pukul 01.00 WIB di Dusun Baban Barat, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Longsoran tanah selebar 25 meter dan tinggi 10 meter.
“Ini berdampak pada akses jalan dari Desa Mulyorejo ke Desa Harjomulyo yang tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” kata Sekretaris BPBD Jember Heru Widagdo, Jumat (3/3/3023).
Siang harinya, hujan mengguyur sejumlah wilayah di Jember. Pukul 16.30, Sungai Kalijompo meluap dan masuk ke pemukiman warga dengan tinggi rata-rata 50-120 centimeter.
Sebanyak 38 rumah warga di Lingkungan Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, 11 rumah di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, satu rumah di Kelurahan Jembor Lor, Kecamatan Patrang, terendam banjir. Bahkan di Jalan Manyar, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, banjir menggerus dinding rumah warga hingga ambruk.
Baca Juga: Inflasi Januari di Jember 0,18 Persen, Tertinggi Rokok dan Beras
Sementara itu di Jalan Rembangan, Dusun Rayap, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, terjadi tanah longsor yang sempat menurup akses jalan. Tanah longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang mengguyur deras Jember sejak siang hari.
BPBD Jember melaporkan, longsoran terjadi di dua lokasi. Di lokasi pertama, material tanah dan batu selebar delapan meter dan tinggi 15 meter menutup akses jalan.
Lokasi kedua adalah longsoran material tanah dan baru dengan lebar enam meter dan tinggi lima meter. “Longsoran ini berdampak pada rumah warga,” kata Heru Widagdo.
Rumah yang terdampak adalah milik Sukawar dan Jajang Andriana di RT 03 RW 11. dan rumah milik Rosit di RT 02 RW 11. Tidak ada korban jiwa. “Namun, akses jalan Desa Kemuning tidak bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda dua, dikarenakan licin dan tertutup material serta lumpur,” kata Heru.
BPBD dan sejumlah relawan membersihkan jalan berlumpur dengan menggunakan cangkul dan sekop. Akhirnya, akses jalan kembali terbuka. Sementara itu warga membersihkan rumahnya secara gotong royong.
Baca Juga: Gudang Pengovenan Karet PTPN 12 di Jember Terbakar
“Kami mengimbau warga untuk lebih berhati-hati bila melewati jalan yang rawan terjadi longsor dan untuk lebih berhati-hati ketika cuaca ekstrem,” kata Heru.
Anggota DPRD Jember David Handoko Seto menyarankan pemerintah memprakarsai reboisasi. “Mumpung musim hujan. Kami akan meminta anggaran force majeur di APBD Jember digunakan untuk penanaman pohon kembali atau reboisasi dengan menggerakkan potensi relawan di Jember sebagai langkah preventif. Rumah-rumah di Rembangan berdiri di dekat tebing. Kami minta masyarakat untuk berhati-hati melihat gerakan tanah,” katanya. [wir/beq]






