Bondowoso (beritajatim.com) – Banjir bandang melanda Dusun Peh, RT 20 RW 5, Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah rumah warga dan areal pertanian.
Hingga saat ini, air belum surut dan bahkan semakin bertambah besar, menyulitkan proses evakuasi.
Muhammad Roqib (55), salah seorang warga terdampak, mengungkapkan bahwa banjir disebabkan oleh aliran air yang membawa kayu besar dan ranting bambu. Hal itu menimbulkan penyumbatan aliran sungai dan menyebabkan tanggul jebol.
“Rumah warga terendam sampai sapinya hampir tidak tertolong. Kandangnya juga roboh semua,” katanya kepada BeritaJatim.com, Kamis (9/1/2024) malam.
Menurutnya, rumah yang rusak parah ada dua. Kerusakan di atas 80 persen. Meskipun demikian, pemilik rumah selamat.
“Kami sementara tinggal di rumah tetangga. Saya mohon secepatnya ditanggulangi. Tanggul seperti bronjong kawat ini diperbaiki dan ditambah ke atas agar rumah-rumah aman,” pintanya.

Penjabat (Pj) Bupati Bondowoso, Muhammad Hadi Wawan Guntoro, menyatakan bahwa tim sudah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evaluasi dan evakuasi warga terdampak.
“Ada 4 rumah rusak parah dan 8 rumah rusak ringan. Semuanya sudah kita data untuk menerima bantuan. Kami akan segera mengevakuasi material kayu yang mengganggu saluran dan melakukan langkah-langkah penanganan secepatnya,” ujarnya.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bondowoso, Sigit Purnomo, menerangkan bahwa banjir telah berdampak pada 12 rumah warga dengan rincian 4 rusak berat dan 8 rusak ringan.
“Selain itu, sekitar 4 hektar areal pertanian juga terdampak,” sebutnya.
Ia mengaku proses evakuasi terkendala oleh cuaca buruk, derasnya aliran banjir, dan akses kendaraan roda empat yang sulit masuk ke lokasi.
“Saat ini, warga terdampak telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman,” tuturnya.
Pemerintah dan tim BPBD berupaya maksimal untuk menangani bencana ini, sembari mengantisipasi kemungkinan banjir susulan yang dikhawatirkan warga. (awi/but)






