Ponorogo (beritajatim.com) – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko meninjau langsung SDN III Temon di Kecamatan Ngrayun yang beberapa hari lalu terdampak bencana tanah longsor. Dua ruangan kelas porak poranda diterjang material longsor yang terjadi pada Jumat (3/12) siang itu.
“Ya bangunan yang rusak akibat bencana tanah longsor akan segera dibenahi,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Senin (6/12/2021).
Kang Giri, sapaan karib Sugiri Sancoko tidak akan merelokasi SDN III Temon pasca terdampak bencana tanah longsor. Pihaknya hanya akan memperbaikinya. Sebab tanah di sekolah dasar tersebut masih layak untuk didirikan bangunan. “Masukan dari teman-teman teknik tadi, tanahnya masih layak. Nanti akan dicor dulu,” katanya.
Meski dua ruangan kelas sudah hancur, Giri berharap proses belajar mengajar di SDN III Temon tetap jalan terus. Karena dalam keadaan darurat, ruangan lain seperti kantor guru bisa diubah untuk ruang belajar mengajar.
“Bisa dibilang kegiatan belajar mengajar ya terganggu, tetapi karena ini darurat bagaiman siswa tetap bisa belajar dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala SDN III TemonTemon, Sucipto mengungkapkan kejadian bencana tanah longsor terjadi setelah salat Jumat. Kebetulan para guru sedang berada di ruang kantor. Beruntung saat bencana terjadi, siswa-siswi sudah dipulangkan.
“Saat itu ulangan akhir semester, siswa sudah pulang sejak pukul 10.00 WIB. Sementara bencana tanah longsor terjadi setelah salat jumat sekitar pukul 13.00 WIB,” kata Sucipto.
Pasca bencana tanah longsor itu, kegiatan belajar mengajar di SDN III Temon masih berlanjut. Pihak sekolah menerapkan 2 shif masuk sekolahnya. Yakni kelas 1,2,3 masuk pagi, sementara sisanya kelas 4,5,6 masuk siang.
“Karena ada 2 ruangan kelas yang rusak berat, kami berlakukan 2 shif. Ke depan tidak menutup kemungkinan kami meminjam rumah warga untuk proses belajar mengajar,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, bencana alam tanah longsor kembali menimpa Ponorogo. Kali ini terjadi di Desa Temon Kecamatan Ngrayun. Akibatnya, dinding gedung SDN III Temon jebol terkena guyuran material longsor. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana tanah longsor tersebut.
Namun, sejumlah peralatan sekolah yang ada di dalam gedung yang terdampak tertimbun material. “Kejadiannya Jumat (3/12) kemarin sekitar pukul 13.00 WIB. Longsor menimpa diding gedung hingga menyebabkan ambrol,” kata Kapolsek Ngrayun AKP Joko Santoso. [end/suf]







