Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat penanganan banjir di wilayah rawan. Tahun ini, tiga shelter banjir akan dibangun di Kecamatan Winongan, Bangil, dan Rejoso.
Shelter tersebut akan difungsikan sebagai pusat evakuasi sekaligus gudang logistik dan dapur umum. Dengan adanya fasilitas ini, proses distribusi bantuan diharapkan lebih cepat dan merata.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menegaskan bahwa shelter banjir dirancang agar bantuan dapat segera diterima masyarakat. “Shelter ini akan mempercepat rescue dan memastikan makanan bisa langsung dimasak dan dibagikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerap kali bantuan nasi bungkus saat banjir tidak sesuai jumlah kebutuhan di lapangan. Hal itu berpotensi menimbulkan salah paham antarwarga yang sama-sama terdampak.
Di dalam shelter, akan disiapkan prahu karet, dapur umum, serta bahan logistik lainnya. Bangunan akan disediakan pemkab, sementara pengelolaan nantinya melibatkan Kementerian Sosial.
Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi menyebut, pembangunan shelter akan menggunakan anggaran Rp3 miliar. “Anggaran itu diajukan melalui BPBD, sedangkan secara teknis akan ditangani Dinas Cipta Karya,” jelasnya.
Sugeng menambahkan, keberadaan shelter sangat penting mengingat kondisi Pasuruan yang rawan banjir tahunan. Dengan adanya fasilitas terpadu, distribusi bantuan bisa lebih efektif.
Selain logistik, shelter juga akan menjadi lokasi koordinasi tim penyelamat ketika banjir melanda. Hal ini sekaligus untuk memastikan evakuasi warga berlangsung cepat dan terorganisir.
Bupati Rusdi berharap pembangunan shelter dapat selesai sesuai target. “Kami ingin masyarakat merasa aman, dan bantuan bisa diterima secara adil tanpa menimbulkan perpecahan,” pungkasnya. [ada/beq]






