Magetan (beritajatim) – Korlantas Polri memerintahkan Satlantas Polres Magetan untuk segera melakukan evakuasi bangkai bus yang terjun ke jurang sedalam 30 meter di Jalan Tembus Sarangan-Tawangmangu atau Jalan Raya Magetan-Karanganyar. Evakuasi dilakukan untuk kepentingan penyelidikan guna mengetahui penyebab kecelakaan.
Kasubdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes CF Hotman Sirait mengungkapkan pihaknya telah mengasistensi Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Timur untuk melakukan traffic accident analysis (TAA).
Olah TKP menggunakan 3D Scanner serta pemeriksaan kondisi bus bersama Dishub Jatim sudah dilakukan pada Senin (5/12/2022) pukul 08.30 WIB hingga pukul 11.00 WIB.
Namun, scan jalan menuju lokasi kejadian dan bangkai bus di jurang sedalam 30 meter itu tak cukup. Perlu penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa bangkai bus secara mendetail dan bus perlu diangkat dari jurang.
“Kendaraan itu perlu diangkat agar diketahui berapa kecepatannya sebelum masuk jurang. Karena sepeti yang diketahui turunannya itu 10 derajat lebih. Kemudian, di depannya ada tikungan tajam yang menurun juga. Jadi perlu diangkat kendaraannya untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Hotman.
Untuk saat ini, bangkai bus masih berada di jurang. Garis polisi masih terpasang di sekeliling bung serta di pinggir jalan tembus.
Pengamanan terus dilakukan agar tak ada orang yang merusak TKP atau menjarah bagian-bagian bus yang masih ada di lokasi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bus-terjun-ke-jurang-plaosan-magetan”]
Diketahui, sebuah bus pariwisata mengangkut 55 orang terjun ke jurang di pinggir jalan Raya Sarangan-Tawangmangu atau jalan tembus Cemoro Sewu-Sarangan, tepatnya di atas Wisata Lawu Green Forest (LGF) Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Minggu (4/12/2022) pukul 11.00 WIB.
Bus bernopol H 1470 AG itu terjun ke jurang sedalam 30 meter usai menghantam guardrail atau pembatas jalan hingga rusak. Total ada 7 orang meninggal dunia termasuk sang pengemudi bus. Jenazah sudah dipulangkan ke Kota Semarang pada Minggu (4/13/2022) pukul 19.30 WIB.
Kemudian, 31 korban dinyatakan luka-luka. Semua korban luka sudah diantar untuk sebagian pulang dan dialih rawat di RSUD Wongsonegoro Semarang, pada Senin (5/12/2022) pukul 14.12. WIB.
Polisi telah melakukan olah TKP dan menerjunkan traffic accident analysis (TAA) guna mengumpulkan data sebelum, saat, dan sesudah kecelakaan. Olah TKP tersebut dilakukan pada Senin (5/12/2022). [fiq/beq]






