Surabaya (beritajatim.com) – Bandit curanmor meneror warga Benowo, Surabaya, Jumat (30/06/2023). Selain mencuri motor, bandit yang belum diketahui identitasnya itu juga membawa ari-ari bayi dari anak korban yang baru lahir.
Dalam rekaman CCTV, diketahui pelaku berjumlah dua orang.
Ketua RT 11 Jalan Tengger Rejo Mulyo, Benowo, Surabaya, Imam Makali menjelaskan jika kejadian itu menimpa salah satu warganya bernama Faisal. Pria asal Lamongan itu telah tinggal di kosan Jalan Tengger Rejo Mulyo, Benowo sejak dua tahun lalu. Saat kejadian, Faisal baru saja pulang dari RS Bunda Surabaya usai menemani istrinya melahirkan.
“Jadi pulang ke kosan. Lalu sepeda motornya ditaruh di depan gang kosan. Karena katanya korban niatnya cuman sebentar mau ambil baju saja. Ari-ari anaknya yang baru lahir masih kecantol mas di motor,” ujar Imam Makali, Rabu (05/07/2023).
Imam menjelaskan jika saat itu Faisal hendak pulang ke Lamongan untuk menguburkan ari-ari anaknya di kampung. Ia pulang menggunakan Honda Vario 125 S 6869 MC milik adiknya. Tak sampai 10 menit, motor yang dikendarai Faisal amblas digondol bandit curanmor.
“Kalau dilihat rekaman CCTV jam 11.10, Faisal datang. Jam 11.12 motor dieksekusi. Hanya 1 menit 41 detik mas sudah amblas,” imbuh Imam.
Baca Juga: Bobol Gembok Pagar, Bandit Curanmor Surabaya Resahkan Warga Menur
Imam menduga jika Faisal telah menjadi sasaran dari lama. Dugaanya, karena dari rekaman CCTV terlihat dua bandit yang berboncengan tampak mengikuti Faisal. Setelah Faisal masuk, bandit curanmor itu langsung mengeksekusi sepeda motor yang digunakan Faisal. Menurut Imam, korban mengakui jika motornya tidak dikunci stir dan kunci ganda.
“Ketika tahu motornya hilang, Faisal lapor ke saya. Lalu saya berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk melaporkan kejadian pencurian di wilayah saya,” jelas Imam.
Dari rekaman CCTV juga tampak jika bandit curanmor yang menyatroni warga Benowo itu berboncengan mengendarai motor Honda Beat warna hitam. Keduanya sama-sama memakai helm. Si eksekutor pencurian memakai helm warna pink berkaos oblong lengan pendek. Sedangkan si joki motor sarana aksi berhelm putih.
“Para pelaku kelihatannya berusia kisaran 40 tahunan itu. Kemungkinan besar merupakan sindikat pelaku curanmor yang berpengalaman,” tutur Imam.
[berita-terkait number=”2″ tag=”curanmor-surabaya”]
Imam menambahkan, pihak korban sudah membuat laporan kepolisian di markas kepolisian setempat. Namun, karena STNK berada di Lamongan dan BPKBnya berada di leasing, membuat Faisal tidak bisa melaporkan aksi pencuriannya ke Polsek Benowo.
“Tapi kejadian itu, sudah saya laporan ke Bhabinkamtibmas wilayah sini,” jelasnya.
Insiden pencurian motor yang dialami penghuni kosan tersebut, diakui Imam merupakan kejadian pertama kali selama dirinya belasan tahun tinggal di sana, untuk kasus spesifik pencurian kendaraan bermotor. (ang/ted)






