Sidoarjo (beritajatim.com) – Politisi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono mengkritik tarif air minum di Kabupaten Sidoarjo yang dinilai sangat mahal. Menurut Haryo, tarif air minum di Sidoarjo jauh lebih mahal daripada di Surabaya, padahal kualitas air di kedua kota tersebut sama.
“Tarif air minum di Sidoarjo sangat mahal. Tarif per meter kubik untuk pelanggan golongan IA (perumahan) adalah Rp6.213, sedangkan di Surabaya hanya Rp1.700,” kata Haryo kepada wartawan di Surabaya, Selasa (1/8/2023).
Haryo juga mempertanyakan rendahnya cakupan layanan PDAM di Sidoarjo. Menurut Haryo, hanya sekitar 37 persen dari penduduk Sidoarjo yang mendapatkan layanan PDAM.
“Sedangkan di Surabaya, cakupan layanan PDAM sudah mencapai 100 persen,” kata Haryo.
Haryo meminta Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk menurunkan tarif air minum dan meningkatkan cakupan layanan PDAM. Haryo juga meminta Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk memanfaatkan sumber air yang ada di Sidoarjo, seperti Sungai Porong dan Sungai Surabaya, untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat.
BACA JUGA:
Volume Sampah di TPA Jabon Sidoarjo Turun 60 Ton per Hari
“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus segera merealisasikan pemenuhan akses jaringan perpipaan sampai keseluruh warga di Sidoarjo yang saat ini masih sangat minim,” kata Haryo.
Haryo juga meminta Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk menempatkan Sumber Daya Manusia yang profesional dan mempuni untuk mengendalikan PDAM Sidoarjo untuk pengelolaan air sungai menjadi air bersih dan air minum.
“Hal itu dilakukan agar masyarakat Sidoarjo yang jumlahnya 60 persen saat ini yang terpaksa menggunakan air tanah untuk kebutuhan air bersih bukan air minum harus bisa memanfaatkan air PDAM yang harus berasal dari sungai yang sangat melimpah di Sidoarjo benar benar untuk air minum dan bisa juga memanfaatkan air yang ditampung di Longstorage Kalimati yang saat ini tidak dimanfaatkan sama sekali sehingga diharapkan Sidoarjo bisa mandiri mendapatkan air minum dari sungainya sendiri seperti yang dilakukan oleh Surabaya,” kata Haryo.
BACA JUGA:
Jalur Ganda Perlintasan Kereta Api Mojokerto – Sidoarjo Beroperasi September 2023
Haryo berharap tarif air minum di Sidoarjo harus dijual murah ke warganya agar warga tidak menggunakan air tanah kembali, karena air tanah yang banyak digunakan sangat membahayakan terhadap kondisi stabilitas tanah akibat Air yang sebagai pelapis habis terpakai.
Haryo menambahkan, karena Indonesia merupakan penghasil sumber air terbesar nomor 5 dunia dan penghasil air hujan nomor 9 terbesar dunia, seharusnya air minum dari PDAM tidak patut untuk berbayar atau setidaknya bila berbayar harganya sangat murah karena sesuai dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat 3.
“Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,” tutupnya. [beq]






