Situbondo (beritajatim.com) – Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengambang di Sungai Sampean Baru, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban diduga kuat tenggelam setelah dilaporkan hilang sehari sebelumnya.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Taufikur Rahman (50), warga setempat yang hendak menembak ikan di sungai tersebut.
“Saksi melihat korban dalam keadaan mengambang, kemudian mengajak warga sekitar untuk mengevakuasi mayat anak tersebut ke rumah warga. Selanjutnya, saksi menghubungi perangkat desa untuk diteruskan ke Puskesmas Panarukan,” ujar Puriyono Jumat sore.’
Puriyono menjelaskan, berdasarkan kronologi kejadian, korban terakhir kali terlihat bermain di sekitar ibunya pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, ibu korban sedang mengangkat jemuran di halaman rumah, sementara korban bermain tak jauh dari jangkauan pandangnya, sekitar 10 meter.
“Setelah ibunya selesai mengangkat jemuran dan masuk ke dalam rumah beberapa menit, ketika keluar kembali untuk memanggil korban, anak tersebut sudah tidak ada di tempat. Keluarga sempat mencari, namun tidak membuahkan hasil,” tambah Puriyono.
Korban diketahui tinggal di Kecamatan Panarukan. Anak tersebut memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi.
Pukul 11.15 WIB, korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Panarukan menuju RSUD Abdoer Rahem Situbondo untuk dilakukan pemeriksaan visum. Penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Polsek Panarukan, Koramil Panarukan, Tagana Dinsos, INAFIS Polres Situbondo, serta perangkat desa dan warga setempat langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan.
“Kami telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, melakukan assessment cepat, dan memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Saat ini, kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit,” tutup Puriyono. (awi/kun)






