Surabaya (beritajatim.com) – Balita perempuan di Surabaya dihajar habis-habisan oleh paman dan bibi kandungnya hingga mengalami luka dan pendarahan di sejumlah anggota tubuh. Aksi penganiayaan itu terjadi di sebuah kamar kos Japan Bangkingan, Lakarsantri, Senin (9/2/2026).
Aksi penganiayaan itu terbongkar setelah korban berteriak minta tolong. Teriakan disertai isak tangis kesakitan itu lantas didengar oleh warga sekitar. Warga lalu mengamankan korban berinisial K (4) dan langsung melapor ke Polsek Lakarsantri.
“Setelah mendapat laporan dari Polsek Lakarsantri, kami langsung mengamankan dua pelaku yang juga masih ada hubungan darah dengan korban,” kata Kasat PPA dan PPO Polrestabes Surabaya, Melatisari, Senin (16/2/2026).
Kepada penyidik, kedua pelaku mengakui perbuatannya. Mereka tega menganiaya korban lantaran kerap tidak menurut hingga kedua pelaku merasa kesal. “Kedua orang tuanya cerai. Korban ini dititipkan ke kedua pelaku. Motifnya sementara karena kesal korban dianggap tidak nurut,” jelas Melatisari.
Korban lantas menjalani visum dengan pendampingan dari Pemerintah Kota Surabaya dan Polrestabes Surabaya. Hasilnya, badan korban penuh dengan luka lebam hingga dagu berdarah. Selain itu, rambut korban juga dibotaki oleh sang bibi. “Lebam di badan, dagu berdarah. Sepertinya begitu (dianiaya pakai tangan kosong),” ucapnya.
Pihak kepolisian masih mendalami apakah penganiayaan yang dilakukan kedua pelaku sudah lama terjadi. Sampai saat ini, pihak kepolisian juga masih fokus memberikan pengobatan fisik dan pendampingan psikologis supaya korban segera pulih. “Untuk lain-lain masih kami dalami. Sementara itu dulu ya,” pungkas Melatisari. (ang/kun)






